WASPADAI PENGHANCUR AMALAN KEBAIKAN

Naskah Khutbah
Asdar
18 Apr 2024
WASPADAI PENGHANCUR AMALAN KEBAIKAN

JUMAT, 10 Syawal 1445 H / 19 April 2024 M
 Oleh Rachmat Badani, Lc., M.A.

Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar

KHUTBAH PERTAMA

 

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

أَيُّهَا النَّاسُ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللِه فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah…

Bertakwalah kepada Allah ‘azza wa jalla dengan sebenar-benarnya ketakwaan, dengan mengamalkan perintah Allah atas dasar ilmu karena mengharapkan ganjaran pahala dari-Nya, dan meninggalkan seluruh larangan Allah atas dasar ilmu karena takut akan azab-Nya.

Salawat dan salam semoga senantiasa terhaturkan kepada baginda Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabatnya serta kepada setiap pengikutnya yang konsisten menjalankan syariatnya.

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah…

Seorang mukmin yang berakal tentu tidak akan ridho apabila seluruh amalan kebaikan yang telah ia kerjakan selama hidupnya menjadi rusak dan tak bernilai apa-apa di sisi Allah ta’ala. Khususnya keberadaan kita semua setelah melewati bulan suci Ramadan dengan seluruh pencapaian amalan ibadah dan ketaatan yang masing-masing kita telah kerjakan di dalamnya. Maka sangatlah pantas apabila setiap kita senantiasa menghadirkan firman Allah yang satu ini dalam benak setiap kita:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا

Terjemahnya: Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah terpintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali (QS. Al-Nahl/ 16:92).

Ayat ini memperingatkan kita semua agar jangan sampai kita menyia-nyiakan seluruh amalan kebaikan yang telah kita kerjakan dengan merusak pahala amalan tersebut setelah ia tercatat di sisi Allah sebagai amalan yang sempurna. Bukankah ini adalah kerugian yang nyata dan amatlah besar? Di saat kita sangat membutuhkan pahala amalan-amalan kita, namun justru kita rusak ia tak bersisa. Maka takutlah kepada Allah atas amalan-amalan kita, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ (57) وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ (58) وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ (59) وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (60) أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ (61)

Terjemahnya: Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati, dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya, dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhannya, dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya, mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya (QS. Al-Mu’minun/ 23:57-61).

Para ulama salaf terdahulu sungguh sangat takut apabila amalan mereka tidak diterima dan tidak bernilai apa-apa di sisi Allah, karena Allah hanya menerima amalan dari orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Darda bahwasanya beliau pernah berkata: “Seandainya aku mengetahui bahwa Allah telah menerima 2 rakaat ibadah sholatku, maka itu lebih aku cintai dari dunia dan seluruh isinya.”

Jamaah sekalian, perlu dipahami bahwa amalan yang kita kerjakan dapat rusak nilainya dari beberapa keadaan, pertama: sebelum mengerjakan amalan tersebut, seperti orang yang melakukan amalan dengan niat yang salah, kedua: saat mengerjakan amalan tersebut, seperti orang yang melakukan amalan dengan niat yang benar namun muncul niat yang baru untuk riya di hadapan manusia, dan ketiga: setelah mengerjakan amalan tersebut, seperti orang yang melakukan perbuatan kesyirikan, al-mann atau ujub dengan amalannya.

Jamaah sekalian, berikut ini hal-hal yang perlu kita perhatikan agar amalan kita tidak rusak dan batal karenanya.

Pertama: Kesyirikan

Perbuatan kesyirikan adalah pembatal seluruh amalan kebaikan. Allah ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Terjemahnya: Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi (QS. Al-Zumar/ 39:65).

Di dalam ayat lainnya Allah juga berfirman:

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

Terjemahnya: Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan (QS. Al-Furqan/ 25:23).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَمَعَ اللَّهُ النَّاسَ يَوْمَ القِيَامَةِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ، نَادَى مُنَادٍ: مَنْ كَانَ أَشْرَكَ فِي عَمَلٍ عَمِلَهُ لِلَّهِ أَحَدًا فَلْيَطْلُبْ ثَوَابَهُ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ

Artinya: Ketika Allah mengumpulkan seluruh manusia pada hari kiamat (yaitu hari yang tiada keraguan di dalamnya), ada yang memanggil-manggil: Orang yang menyekutukan Allah dengan sesuatu ketika melakukan suatu amalan yang dilakukan, silahkan meminta pahalanya kepada selain Allah, karena Allah adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu (HR. Tirmidzi).

Kedua: Riya

Perbuatan riya artinya melakukan amalan dengan niat bukan karena Allah Ta’ala, namun karena pandangan manusia dengan tujuan mendapatkan pujian dan sanjungan dari mereka. Perbuatan riya ini dapat terjadi dalam dua keadaan, pertama: sebelum mengerjakan amalan, dan kedua: pada saat mengerjakan amalan. Adapun keadaan pertama, maka camkanlah firman Allah berikut ini:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (16)

Terjemahnya: Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan (QS. Hud/ 11:15-16).

Berkata Ibn ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma: “Sesungguhnya ahlu riya akan diberikan balasan kebaikan yang mereka lakukan di dunia dan mereka takkan dizalimi sedikitpun, maka siapapun yang mengerjakan ibadah puasa atau shalat karena riya mengharapkan duniawi semata, niscaya ia akan mendapatkan balasannya di dunia, dan amalannya menjadi batil dan tidak akan bernilai apa-apa di sisi Allah serta kelak ia menjadi orang-orang yang merugi di akhirat.”

Keadaan kedua dari perbuatan riya, apabila seseorang melakukan amalan kebaikan dengan niat yang Ikhlas namun muncul keinginan riya saat mengamalkannya. Maka kondisi ini masuk dalam kategori syirik kecil sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil. Para sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu wahai Rasulullah?”, beliau menjawab: “Riya, Allah berfirman pada hari kiamat kelak, “Apabila semua manusia telah diberikan balasan bagi mereka maka dikatakan: pergilah kepada mereka yang dahulu kalian riya terhadap mereka dan carilah pada sisi mereka balasan apakah kalian mendapati sedikitpun balasan dari mereka?”.

Ketiga: Al-Mann dan Al-Adza

            Di antara perbuatan yang dapat membatalkan amalan kebaikan kita khususnya amalan berbentuk derma seperti zakat, infak, sedekah dan semisalnya, adalah perbuatan al-mann dan al-adza. Al-mann maknanya mengungkit-ungkit pemberian yang diberikan kepada seseorang, sedangkan al-adza maknanya menyakiti perasaan orang yang menerima pemberian tersebut. Dalam hal ini Allah ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لَا يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Terjemahnya: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir (QS. Al-Baqarah/ 2:264).

Diriwayatkan dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ، قَالَ: فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَ مِرَارًا، قَالَ أَبُو ذَرٍّ: خَابُوا وَخَسِرُوا، مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: الْمُسْبِلُ، وَالْمَنَّانُ، وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ

Artinya: Tiga golongan manusia yang Allah tidak akan mengajak mereka bicara pada hari kiamat, tidak melihat mereka, tidak mensucikan dosanya dan mereka akan mendapatkan siksa yang pedih." Abu Dzar berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membacanya tiga kali. Abu Dzar berkata: "Mereka gagal dan rugi, siapakah mereka wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang melakukan isbal (memanjangkan pakaian), orang yang suka memberi dengan menyebut-nyebutkannya (karena riya'), dan orang yang membuat laku barang dagangan dengan sumpah palsu (HR. Muslim).

Keempat: Al-Ta’ali terhadap Allah

Di antara perbuatan yang dapat menghapuskan amalan kita adalah perbuatan al-taali terhadap Allah ‘azza wa jalla. Apa maknanya? Yaitu sikap mendahului perbuatan Allah ta’ala padahal Allah telah melarang kita untuk mendahului-Nya dan mendahului Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam firman-Nya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Terjemahnya: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui (QS. Al-Hujurat/ 49:1).

Disebutkan oleh Imam al-Bagawi dalam kitab Syarah al-Sunnah bahwa diriwayatkan dari Damdam bin Jaus Al-Yamami, dia berkata: “Aku memasuki Masjid Madinah, dan seorang syekh memanggilku, dan berkata: “Wahai Yamami, ayo,” dan aku tidak tahu, maka dia berkata: “Jangan katakan kepada seorang laki-laki: Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu, dan Dia tidak akan memasukkanmu ke dalam surga,” lalu aku berkata: Dan siapakah Engkau – semoga Allah merahmatimu? Aku berkata: Ini adalah perkataan yang diucapkan salah satu dari kami kepada sebagian keluarganya jika dia marah, atau kepada istrinya. Dia berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: Sesungguhnya ada dua orang laki-laki di antara keturunan Bani Israil yang saling mencintai, salah satu dari mereka rajin beribadah, dan yang lainnya sering berbuat dosa, maka dia mulai berkata: Berhentilah dari perbuatan dosamu. Lalu dia berkata: Tinggalkan aku sendirian dengan Tuhanku. Sampai dia menemukannya pada suatu hari melakukan dosa yang sangat besar, maka dia berkata: Berhentilah dari perbuatan dosamu. Lalu dia berkata: Tinggalkan aku bersama Tuhanku. Maka sang ahli ibadah ini mengatakan kepada kawannya si pelaku dosa: Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni kamu, dan Allah tidak akan memasukkan kamu ke dalam surga. Rasulullah berkata: Maka Allah mengutus seorang malaikat kepada mereka, dan dia mengambil jiwa mereka, dan mereka berkumpul bersamanya. Allah berkata kepada pelaku dosa: Masuklah surga dengan rahmat-Ku, dan dia berkata kepada ahli ibadah: Bisakah kamu menahan rahmat-Ku dari hamba-Ku? Maka dia berkata: Tidak, ya Allah. Allah berkata: Bawa dia ke Neraka.

Jamaah sekalian, inilah perbuatan al-taali terhadap Allah, ketika seseorang mengklaim atas saudaranya dengan neraka padahal Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Perbuatan ini sungguh sangat dibenci di sisi Allah ta’ala karena ia seakan-akan mendahului ketetapan Allah atas hamba-hamba-Nya, Wal ‘iyadzubillah. Olehnya, Allah menghapuskan amalan si ahli ibadah tersebut karena perbuatan ini.

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah, jalan kehidupan kita sangat panjang, Ramadan telah usai dan menyisakan perjalanan yang begitu lama hingga kita kembali berjumpa dengannya. Maka upayakanlah agar amalan-amalan kita dapat terjaga dan tidak sia-sia di sisi Allah kelak.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَنَفَعَنِي وَإِيَاكُمْ بِمَا فِيهِمَا مِنَ العِلْمِ وَالْحِكْمَةِ، قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ

Pada khutbah kedua yang singkat ini, izinkan kami untuk mengingatkan diri pribadi dan kepada para jamaah sekalian untuk memperbanyak dua buah ibadah kepada Allah. Pertama, Mari memperbanyak doa kita kepada Allah, secara khusus untuk keselamatan saudara-saudara kita di Palestina. Karena telah diriwayatkan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa pada hari jumat terdapat satu waktu yang singkat, tidaklah seorang muslim memanjatkan doa kepada Allah pada waktu tersebut melainkan doanya pasti akan diijabah. Kedua, mari memperbanyak salawat dan salam kita kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana firman Allah:

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ المُسْلِمِيْنَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعدَاءَ الدِّيْنَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا المُستَضْعَفِيْنَ فِي غَزَّة، اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ
 اَللَّهُمَّ أَيِّدْهُمْ بِتَأْيِيْدِكَ، وَاحْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، يَا قَوِيُّ يَا عَزِيزٌ

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِى دِينِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ


Download PDFnya di https://bit.ly/WaspadaiPenghancurAmalanKebaikan

Baca Juga