JUMAT, 20 Zulkaidah 1447 H / 8 Mei 2026 M
Oleh Dr. Muhammad Harsya Bachtiar, Lc., M.A.
Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar
KHUTBAH PERTAMA
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار
أَيُّهَا النَّاسُ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Saat ini kita berada di tengah-tengah situasi ekonomi sulit. Kita menyaksikan banyak indikasi akan hal ini. Sulitnya mencari pekerjaan, banyaknya pekerja yang dirumahkan, lemahnya daya beli hingga inflasi nilai tukar rupiah yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Allahul mustaan. Semua itu diperparah dengan mulai naiknya harga-harga kebutuhan pokok yang semakin mencekik.
Akibat situasi ini, lahirlah banyak kejahatan di tengah-tengah masyarakat kita. Kasus pencurian dan penipuan hampir setiap hari kita saksikan. Judi online semakin marak demi mendapatkan uang dengan cepat melalui jalan pintas. Pinjaman online berbasis riba dihalalkan. Bahkan ada orang-orang yang rela menjual dirinya untuk mengais harta demi memuaskan kebutuhannya. Wallahul mustaan...
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Ketahuilah bahwa kesulitan ekonomi terkadang harus kita pandang sebagai suatu realita yang harus kita terima. Suka atau tidak manusia siapa pun dan dimana pun pasti akan diuji dengan hal ini. Di dalam Al-Qur’an bahkan dengan tegas Allah menyebutkan bahwa setiap manusia akan diuji dengan kesulitan finansial sebagaimana diuji dengan ujian lainnya. Allah berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
Terjemahnya: Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar. (QS. Al-Baqarah: 155).
Namun, sebagaimana panduan ayat di atas, ketika ujian ekonomi datang menghampiri kita, maka hendaklah kita menyikapinya dengan sikap sabar dan tabah sebagaimana menyikapi ujian-ujian lainnya. Sabar yang tetap menahan diri kita dari perbuatan-perbuatan yang tidak diridoi Allah ﷻ.
Akan tetapi, di samping kesabaran hendaklah kita terus melakukan ikhtiar-ikhtiar yang dapat membuka pintu rezeki kita dan memulihkan kita dari kesulitan ekonomi yang menimpa kita. Di dalam agama kita setidaknya ada beberapa ikhtiar yang dapat kita lakukan demi membuka pintu rezeki. Berikut beberapa di antaranya:
Yang pertama: Takwa kepada Allah.
Ketahuilah kaum muslimin yang dimuliakan Allah, bahwa ketakwaan di antara bentuk ikhtiar yang dapat membuka rezeki seseorang. Bahkan dahsyatnya dampak ketakwaan ini bisa membukakan rezeki seseorang bahkan dari jalan yang ia tidak duga-duga. Akan hal ini Allah berfirman:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا , وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Terjemahnya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (QS. Ath-Thalaq: 2-3).
Adapun takwa sebagaimana yang kita ketahui bersama maknanya adalah mengerjakan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Oleh karenanya meskipun di tengah kesulitan finansial mari kita tetap melaksanakan ibadah yang diperintahkan Allah dan menjauhi maksiat yang dilarang-Nya. Dengan takwa insya Allah, Allah akan membuka rezeki kita.
Yang kedua: Memperbanyak sedekah.
Pintu lain dari pintu rezeki adalah sedekah. Secara akal memang tampaknya sedekah mengurangi harta kita. Namun dalam perspektif agama, ternyata sedekah menjadi jalan pembuka rezeki bagi kita. Nabi saw menjamin orang yang rajin bersedekah tidak akan jatuh miskin dan melarat. Di dalam hadis Rasulullah saw bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
Artinya: “Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim, no. 2588).
Bahkan di dalam Al-Qur’an Allah menjamin mengganti harta orang-orang yang bersedekah. Dan sebagaimana kita ketahui, balasan dari Allah pasti jauh lebih baik dari apa yang diberikan hamba-Nya karena Dia lah Allah sebaik-baiknya pemberi rezeki. Allah berfirman:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Terjemahnya: Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. (QS. Saba’: 39).
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Yang ketiga dan yang terakhir pada kesempatan ini: Memperbanyak istighfar.
Di antara pembuka rezeki lainnya yang tidak bisa kita kecilkan adalah memperbanyak istighfar atau meminta ampun kepada Allah. Di dalam Al-Qur’an ditegaskan akan hal ini dalam surat Nuh: 10-12. Allah berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)
Terjemahnya: “Maka aku (Nuh) katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12).
Ayat inilah yang kemudian menginspirasi Imam Hasan Al-Basri ketika ditanyakan kepadanya solusi dari kefakiran maka beliau menjawab dengan memperbanyak istighfar sembari membacakan ayat suci ini.
Demikianlah beberapa kiat ikhtiar yang dapat kita upayakan demi melancarkan ekonomi kita di tengah situasi sulit.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Doa dan shalawat adalah perisai sekaligus senjata utama bagi setiap insan beriman, khususnya di hari Jumat yang penuh berkah ini. Namun, jangan batasi ketulusan kita hanya pada hari ini saja; jadikanlah ia napas dalam keseharian kita di waktu-waktu lainnya.
Keajaiban di Balik Ketulusan Doa
Ketahuilah, tidak ada kamus "kerugian" bagi mereka yang mengetuk pintu langit. Sebaliknya, kerugian nyata justru dialami oleh jiwa yang enggan menengadahkan tangan kepada Sang Pencipta—mereka yang membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa pernah membisikkan satu pun harapan kepada Allah.
Setiap untaian doa adalah investasi keselamatan. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, setiap doa seorang muslim pasti akan membuahkan satu dari tiga kebaikan: Dikabulkan secara langsung di dunia; Disimpan sebagai tabungan pahala yang indah di akhirat; Dijadikan penolak bala atau musibah yang setara dengan permintaannya.
Shalawat: Pembuka Pintu Solusi
Sementara itu, shalawat adalah energi bagi kebahagiaan hati. Ia bukan sekadar kata, melainkan kunci pembuka jalan keluar dari segala himpitan, penghapus noda dosa, serta wasilah turunnya rahmat dan tingginya derajat kita di hadapan Allah.
Teringat pesan Rasulullah ﷺ kepada Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu saat ia berniat memperbanyak shalawat: Jika engkau melakukannya, maka segala kegundahanmu akan diangkat dan dosa-dosamu akan diampuni.” (HR. Tirmidzi).
Mengakhiri khutbah ini, marilah kita bersatu dalam shalawat dan permohonan yang tulus kepada Allah SWT. Semoga Dia: Mengaruniakan hidayah agar kita senantiasa istikamah dalam ibadah dan kemuliaan akhlak. Menghadirkan kedamaian bagi diri kita, keluarga, tetangga, hingga bangsa ini. Memberikan pertolongan dan kemerdekaan bagi saudara-saudara kita yang tengah berjuang di bawah penindasan di bumi Palestina.
Semoga setiap bisikan doa kita hari ini menjadi wasilah turunnya pertolongan Allah yang nyata. Amin.
إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Download PDFnya di https://bit.ly/PintuRezkiDitengahHimpitanEkonomi