JUMAT, 21 Syawal 1447 H / 10 April 2026 M
Oleh Mukran H. Usman, Lc., M.H.I.
Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar
KHUTBAH PERTAMA
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار
أَيُّهَا النَّاسُ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Sungguh kita sadar bahwa begitu banyak ujian, cobaan dan fitnah yang menimpa umat Islam saat sekarang ini, mulai dari genosida zionis Yahudi kepada umat Islam Palestina, penutupan Masjid al-Aqsa, perang Iran Amerika Yahudi serta gejolak ekonomi dunia yang tidak menentu dan beragam persoalan dunia lainnya. Dan semua itu kita lihat, kita saksikan bahkan kita ikut merasakan dampaknya pagi, siang dan malam tanpa henti. Banyaknya ujian, cobaan dan fitnah yang menimpa pada umat ini menjadi sebuah tantangan, apakah kita mampu kuat, tegar dan istiqamah dalam menghadapi kondisi dan keadaan ini?
Pada hakikatnya, Nabi kita Muhammad ﷺ telah memperingatkan kita akan datangnya ujian, cobaan dan fitnah yang akan menimpa umat ini secara khusus, dan umat manusia secara umum, bahkan Nabi ﷺ menggambarkan fitnah dan ujian itu seperti potongan malam yang gelap. Beliau bersabda;
بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا؛
Artinya; Bersegeralah melakukan amal saleh sebelum datang fitnah seperti potongan malam yang gelap. Seseorang bisa menjadi mukmin di pagi hari, lalu menjadi kafir di sore hari, atau sebaliknya. Ia menjual agamanya dengan harta dunia. (HR Muslim).
Dalam kesempatan yang lain, Nabi kita menggambarkan dahsyatnya fitnah yang akan datang kepada umat ini berupa banyaknya pembunuhan sebagaimana dalam sabda beliau;
يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ، وَيُقْبَضُ الْعِلْمُ، وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ، وَيُلْقَى الشُّحُّ، وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ، قَالُوا: وَمَا الْهَرْجُ؟ قَالَ: الْقَتْلُ
Artinya; Waktu akan semakin dekat, ilmu akan diangkat, fitnah akan muncul, sifat kikir akan merajalela, dan akan terjadi banyal al haraj." Para sahabat bertanya, "Apa yang dimaksud dengan al haraj?" Beliau menjawab, "Pembunuhan."
Jamaah Jumat yang berbahagia...
Salah satu tanda keberhasilan seorang muslim dalam menjaga keyakinannya di tengah badai ujian, cobaan dan fitnah adalah ketika ia bisa istiqamah dalam menjalankan agama Allah, tetap teguh dalam berbagai keadaan, baik dalam kesenangan maupun kesulitan, atau dalam kemudahan maupun kesempitan. Sehingga, ajaran kita Islam telah memberikan beberapa petunjuk untuk bagaimana kita tetap istiqamah dan teguh dalam keimanan dan keislaman kita di masa yang penuh ujian, cobaan dan fitnah ini, diantaranya adalah;
Pertama, banyak berdoa agar kita dijauhkan dari ujian, cobaan dan fitnah, seperti doa yang diajarkan Nabi saw;
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي وَتَتُوبَ عَلَيَّ، وَإِنْ أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً فَاقْبِضْنِي إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ
Artinya; Ya Allah, aku memintaMu untuk melakukan kebaikan, meninggalkan kemungkaran, dan mencintai orang miskin. Ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah taubatku. Jika Engkau ingin menguji hambaMu, maka ambillah aku sebelum aku terfitnah. (HR Tirmidzi).
Kedua, menjaga persatuan dan kesatuan umat, menghindari segala bentuk perpecahan, dan berpegang kuat pada tali Allah, serta senantiasa membersamai jamaah kaum muslimin. Allah Ta’ala berfirman,
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Terjemahnya, Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS Ali Imran: 103).
Ketiga, banyak melakukan amal ibadah dan amal saleh, karena banyak beramal di tengah zaman yang penuh ujian, cobaan dan fitnah seperti orang yang berhijrah kepada Nabi. Beliau bersabda;
الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ
Artinya, Ibadah di saat huru-hara seperti hijrah kepadaku. (HR Muslim).
Keempat, bersifat lembut, sabar, dan tidak terburu-buru dalam menyikapi segala situasi dan kondisi yang ada. Nabi ﷺ bersabda,
إِنَّ الرِّفْقَ لا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ
Artinya, Tidaklah kelembutan ada pada suatu urusan kecuali kelembutan itu akan memperindahnya, dan tidaklah kelembutan itu hilang dari suatu urusan kecuali urusan itu menjadi buruk. (HR Muslim).
Dan Nabi ﷺ memuji salah seorang sahabat yang bernama Asyja Abdul Qays karena beliau memiliki sifat kesabaran dan kelembutan, sebagaimana dalam sabda beliau,
إِنَّ فِيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ: الْحِلْمُ وَالأَنَاةُ
Artinya, Kamu memiliki dua sifat yang Allah cintai: kesabaran dan kelembutan. (HR. Ibnu Majah)
Kelima, berperisai dengan ilmu syar'i dalam menghadapi masa yang penuh ujian, cobaan dan fitnah. Dengan ilmu syar’i, seseorang bisa memahami agamanya dan tidak terjerumus dalam marabahaya keburukan. Ibn Taimiyyah berkata,
إِذَا انْقَطَعَ عَنِ النَّاسِ نُورُ النُّبُوَّةِ؛ وَقَعُوا فِي ظُلْمَةِ الْفِتَنِ، وَحَدَثَتِ الْبِدَعُ وَالْفُجُورُ، وَوَقَعَ الشَّرُّ بَيْنَهُمْ
Artinya, Jika cahaya kenabian hilang, umat akan terjebak dalam kegelapan fitnah, bid'ah, dan kerusakan.
Mengikuti ulama yang berpegang pada sunnah dan berjamaah adalah cara untuk menghindari fitnah. Mereka adalah pembela syariat Allah dan penjaga serta benteng kebenaran umat, bahkan di tangan para ulamalah kunci kunci kebaikan, sebagaimana dalam sabda beliau,
إِنَّ مِن النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ، وَإِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ
Artinya, Sebagian manusia adalah kunci kebaikan dan penutup keburukan, dan sebagian manusia adalah kunci keburukan dan penutup kebaikan. Beruntunglah bagi siapa yang diletakkan Allah kunci kebaikan di tangannya, dan celakalah bagi siapa yang diletakkan Allah kunci keburukan di tangannya (HR Ibn Majah)
Keenam, memikirkan semua dampak dan konsekuensi yang bisa terjadi sebelum bertindak apapun, baik itu perkataan maupun perbuatan, karena masa sekarang ini, tidak semua perbuatan yang kita ingin lakukan bisa kita kerjakan demikian pula ucapan tidak semua ucapan perlu kita sampaikan. Dan para ulama Salafus saleh sering diam untuk menjaga keselamatan agama.
Ketujuh, menghindari tempat-tempat yang bisa menimbulkan fitnah dan tidak terlibat di dalamnya adalah cara untuk selamat. Nabi saw bersabda,
سَتَكُونُ فِتَنٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ، وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي، مَنْ تَشَرَّفَ لَهَا تَسْتَشْرِفُهُ، وَمَنْ وَجَدَ فِيهَا مَلْجأ فَلْيَعُذْ بِهِ
Artinya, Akan terjadi fitnah, ketika itu yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, yang berjalan lebih baik daripada yang berlari, barangsiapa berusaha menghadapi fitnah itu, justru fitnah itu akan mempengaruhinya, maka barangsiapa mendapat tempat berlindung, hendaklah ia berlindung diri di tempat itu. (HR, Bukhari Muslim).
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Bentuk keistiqomahan terakhir yang bisa kita sampaikan pada khutbah ini yang menjadi pijakan kuat kita ditengah badai ujian, cobaan dan fitnah adalah, yakin dan percaya pada pertolongan Allah, dan yakin bahwa masa depan kejayaan umat manusia ada pada Islam. Allah berfirman,
حَتَّىٰ إِذَا اسْتَيْأَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَنْ نَشَاءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ
Terjemahnya, Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa. (QS Yusuf: 110)
Sebagai penutup dari khutbah yang mulia ini, marilah kita berdoa kepada Allah di hari dan di waktu yang mustajab ini,
إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
DOwnload PDFnya di https://bit.ly/TeguhImanMasaPenuhFitnah