MENUTUP RAMADHAN DENGAN SYUKUR

Naskah Khutbah
Asdar
12 Mar 2026
MENUTUP RAMADHAN DENGAN SYUKUR

Jumat, 23 Ramadan 1447 H / 13 Maret 2026 M

Oleh: Dr. Muhammad Harsya Bachtiar, Lc., M.A.

Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar

 KHUTBAH PERTAMA

الحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ، الهَادِي إِلَى إِحْسَانِهِ، صَلَّى الله عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَعْوَانِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ‌حَقَّ ‌تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ .

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلاً ‌سَدِيدًا * يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Saat ini kita telah berada di Jum’at terakhir dari bulan suci Ramadhan 1447 H. Tidak terasa Ramadhan yang kemarin kita nanti-nantikan kehadirannya kini bersiap meninggalkan kita. Ada rasa sedih karena bulan mulia ini akan meninggalkan kita. Namun, semoga kesedihan itu segera tergantikan dengan diterimanya segala amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini di sisi Allah ta’ala. Amin.

Jamaah Jum’at yang berbahagia.

          Mari kita saling mengingatkan dan memotivasi diri kita dan keluarga kita untuk menutup Ramadhan tahun ini dengan husnul khatimah (penutupan yang baik), karena sesungguhnya segala perkara itu ditentukan dengan penutupannya/akhirannya. Bila kita belum maksimal di hari-hari yang lalu maka mari kita perbaiki dan menggantikannya dengan kebaikan-kebaikan yang banyak di sisa akhir Ramadhan ini. Bila telah maksimal maka mari kita pertahankan hingga kemudian nanti Ramadhan berkenan pamit dan undur diri dari hadapan kita.

Jamaah Jum’at rahimakumullah.

Di akhir Ramadhan ini, setelah seluruh rangkaian ibadah dan amal saleh yang telah kita lakukan sejauh ini, sudah seyogyanya kita menutup akhir Ramadhan ini dengan satu ibadah mulia yang mungkin luput terbesit dalam planning/agenda ibadah kita yaitu itu ibadah syukur. Bersyukur atas segala nikmat terkadang terlewatkan dari pilihan ibadah kita apabila kita melihat amalan-amalan besar lainnya seperti salat, puasa dan sedekah. Namun ketahuilah justru semua ibadah yang telah kita lakukan tersebut tidak dapat kita lakukan jika bukan karena nikmat dan karunia Allah yang meliputi kita yang patut kita syukuri.

Setidaknya sejauh Ramadhan ini ada 3 nikmat yang patut kita syukuri:

Nikmat Kesehatan

Tidak terasa alhamdulillah hampir 1 bulan lamanya kita telah menunaikan ibadah puasa. Menahan lapar dan dahaga di tengah kesibukan harian kita tentu tidak akan dapat kita lakukan jika kondisi tubuh kita tidak fit atau sedang sakit. Belum lagi malam-malam Ramdhan yang telah kita isi dengan salat yang panjang. Semua itu alhamdulillah dapat terlaksana karena kita memiliki kesehatan yang prima yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan begitulah, banyak ibadah yang tidak bisa kita lakukan dengan baik dan maksimal apabila tubuh kita sakit atau tidak sehat.

Terkadang kita memandang nikmat itu hanya terbatas pada nominal harta yang kita miliki, padahal kita lupa bahwa jika kita sakit semua harta yang kita miliki terasa tidak ada gunanya. Itulah nikmat kesehatan, ia terkadang luput dari hitungan nikmat kita, akan tetapi ketika kita sakit barulah kita sadar betapa mahal dan berharganya nikmat kesehatan bagi kita. Betul lah dalam sebuah ungkapan pepatah dikatakan:

الصِحَّةُ تاَجٌ عَلَى رُؤُوسِ الأَصِحَّاءِ لاَ يَرَاهَا إِلّاَ المَرْضَى

Artinya: Sehat itu mahkota yang berada di kepala orang yang sehat yang tidak bisa melihatnya kecuali orang yang sakit.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. Nikmat kedua yang patut kita syukuri adalah:

Nikmat Aman

Bila kita melihat situasi dan kondisi global saat ini banyak kaum muslimin yang mengisi Ramadhannya dengan rasa takut dan mencekam. Sebagai contoh mari kita lihat kembali kondisi kaum muslimin di Gaza atau yang terbaru di negara-negara timur tengah lainnya yang sedang terlibat perang dengan orang-orang zalim. Jika kita bandingkan dengan kondisi kita di tanah air kita yang masih diliputi rasa aman dan tentram, maka sudah sepatutnya kita bersyukur kepada Allah. Lancarnya kita beribadah di bulan Ramadhan tahun ini juga tidak terlepas dari konstribusi nikmat aman yang menyertai kita.

Dan ketahuilah bahwa nikmat aman apabila berkumpul bersamanya nikmat kesehatan, maka sesungguhnya itulah nikmat terbesar yang ada pada hamba. Bahkan Nabi saw sampai mengibaratkan seakan dunia dan seisinya sedang dikumpulkan baginya. Di dalam hadis, Nabi saw bersabda:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ آمِنًا فِي سِرْبِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

Artinya: Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan [1] sehat badannya, [2] aman pada keluarganya, dia [3] memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.” (HR. Ibnu Majah no. 4141; Shahih Al-Jami’ush Shaghir no. 5918).

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah. Dan terakhir nikmat terbesar yang patut kita syukuri adalah:

Nikmat Hidayah

Dimudahkannya kita melakukan segala ibadah dan ketaatan selama bulan suci Ramdhan ini tentu tidak lepas dari nikmat terbesar yang dikaruniakan Allah kepada kita yaitu nikmat hidayah. Bahkan bila seseorang hamba sehat dan aman belum tentu ia dapat melakukan ketaatan kalau bukan karena hidayah Allah yang meliputinya. Kita tidak dapat salat kecuali karena hidayah Allah. Kita tidak dapat berpuasa melainkan karna hidayah Allah. Dan begitulah semua ketaatan dan amal saleh kita tidak dapat kita laksanakan kecuali karena hidayah Allah kepada kita. Maka patutlah jika kelak penghuni syurga nanti masuk ke dalam syurga doa pertama yang mereka ucapkan adalah:

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدٰىنَا لِهٰذَاۗ وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَآ اَنْ هَدٰىنَا اللّٰهُۚ

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami”. QS. Al-A’raf: 43.

          Inilah kira-kira 3 nikmat yang menjadi bahan bersyukur kita di penutup Ramadhan tahun ini. Semoga dengan kita bersyukur di penutup Ramadhan tahun ini, kelak kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan di tahun-tahun yang akan datang dengan izin Allah. Amin ya Rabbal Alamin. Allah berfirman:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Terjemahnya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” QS. Ibrahim: 7.

Semoga bermanfaat.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah.

Semoga kita senantiasa diberkahi dan dirahmati Allah dan selalu berada dalam perlindungannya.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلاً لِّلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ.

رَبَّنَا لَا ‌تُزِغۡ ‌قُلُوبَنَا بَعۡدَ إِذۡ هَدَيۡتَنَا وَهَبۡ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحۡمَةًۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ .

ربنا تقبل منّا إنك أنت السميع العليم وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم.

رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الحُمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.


Download PDFnya di https://bit.ly/MenutupRamadanDenganSyukur

Baca Juga