BULAN DZULQA’DAH PUN TIBA

Naskah Khutbah
Asdar
23 Apr 2026
BULAN DZULQA’DAH PUN TIBA

JUMAT, 6 Zulkaidah 1447 H / 24 April 2026 M
 Oleh Dr. Muhammad Ihsan Zainuddin, Lc., M.Si.

Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar

KHUTBAH PERTAMA

 

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

أَيُّهَا النَّاسُ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Segala puji hanya untuk Allah Ta’ala yang masih saja memberikan kesempatan demi kesempatan kepada kita untuk datang bersujud kepadaNya, datang bertaubat kepadaNya, dengan membawa semua beban dosa dan maksiat yang telah sekian lama kita tumpuk. Semoga kita selalu diberikan hidayahNya untuk bisa memanfaatkan kesempatan-kesempatan itu dengan sungguh-sungguh bertaubat dan memperbaiki diri.

Kami ingatkan kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah Ta’ala. Karena takwa adalah bekal terbaik dalam kehidupan ini, dan wasiat teragung Allah untuk seluruh manusia dari zaman ke zaman.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدًا

Artinya: “Dan sungguh Kami telah mewasiatkan kepada orang-orang yang diberi Kitab sebelum kalian dan juga kepada kalian: bertakwalah kepada Allah. Jika kalian kufur, maka sesungguhnya milik Allah apa yang di langit dan di bumi, dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. An-Nisa: 131).

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Hari-hari ini,  kita sedang berada di salah satu musim agung dalam Islam, yaitu bulan Dzulqa’dah, salah satu dari empat bulan haram yang Allah muliakan.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian dalam bulan-bulan itu. Dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kalian semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 36)

Ayat ini menunjukkan bahwa waktu yang Allah pergilirkan dalam kehidupan kita, jangan dibiarkan sekadar berlalu, tetapi harus dipahami bahwa beberapa bagian di antaranya memiliki kehormatan dan nilai di sisi Allah. Ada waktu-waktu yang Allah muliakan, dan berbuat dosa di dalamnya lebih berat, sebagaimana pahala pelaku kebaikan juga akan dilipatgandakan.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Bulan Dzulqa’dah adalah bagian dari bulan haji. Allah Ta’ala berfirman:

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya: “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang telah diketahui. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu untuk berhaji, maka tidak boleh rafats, tidak boleh berbuat fasik, dan tidak boleh berbantah-bantahan dalam haji. Dan apa saja kebaikan yang kalian kerjakan, Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah: 197).

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan bahwa bulan-bulan itu adalah Syawwal, Dzulqa’dah, dan sepuluh hari pertama Dzulhijjah (HR. Bukhari).

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ: ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو الْقَعْدَةِ، وَذُو الْحِجَّةِ، وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ.

Artinya: “Sesungguhnya zaman telah berputar seperti keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram: tiga berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta Rajab Mudhar yang terletak antara Jumada dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menegaskan kemuliaan bulan Dzulqa’dah yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan sebagaimana bulan-bulan haram lainnya: Dzulqa’dah, Muharram dan bulan Rajab.

Itulah sebabnya para salaf sangat menjaga diri di bulan ini. Qatadah rahimahullah berkata: “Sesungguhnya kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar dosa dan kesalahannya dibandingkan selainnya, meskipun kezaliman itu tetap besar dalam setiap keadaan.”

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Di bulan ini juga pernah terjadi sebuah peristiwa besar dalam sejarah perjuangan Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namanya: Bai’at Ridwan. Allah berfirman:

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

Artinya: “Sungguh Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berbai’at kepadamu di bawah pohon, maka Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu Dia menurunkan ketenangan kepada mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat.” (QS. Al-Fath: 18).

Bai’at Ridwan, adalah sebuah momen yang menunjukkan puncak keimanan dan loyalitas para sahabat radhiyallahu ‘anhum kepada Rasulullah ﷺ.

Para ulama menyebutkan bahwa jumlah sahabat yang ikut dalam bai’at tersebut sekitar 1400 hingga 1500 orang. Sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma:

كُنَّا يَوْمَ الْحُدَيْبِيَةِ أَلْفًا وَأَرْبَعَ مِائَةٍ، فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: " أَنْتُمْ خَيْرُ أَهْلِ الْأَرْضِ"

Artinya: "Kami pada hari Hudaibiyah berjumlah 1400 orang. Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepada kami: ‘Kalian adalah sebaik-baik penduduk bumi.’" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan jumlah mereka mencapai 1500 orang. Para ulama, seperti Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah, menjelaskan bahwa perbedaan ini hanyalah pada cara pembulatan angka, karena intinya jumlah mereka lebih dari 1400 orang.

Dan di antara mereka terdapat para sahabat besar seperti Abu Bakar al-Shiddiq, Umar ibn al-Khattab, Ali bin Abi Thalib, Jabir bin Abdullah, Ibnu Umar, Ummu Salamah, dan banyak lagi radhiyallahu ‘anhum, termasuk menantu Rasulullah, Utsman bin ‘Affan yang bai’atnya bahkan digantikan oleh tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Keutamaan para sahabat Nabi itu tidak berhenti di situ saja. Rasulullah ﷺ juga memberikan kabar gembira yang sangat besar untuk mereka semua:

لَا يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ بَايَعَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ

Artinya: "Tidak akan masuk neraka seorang pun yang berbai’at di bawah pohon itu." (HR. Muslim dan lainnya).

Ini adalah jaminan yang luar biasa. Bayangkan sekelompok manusia yang Allah dan Rasul-Nya puji bahkan sudah sampai pada level diridhai oleh Allah, yang keimanan mereka telah teruji, yang kesetiaan mereka tidak tergoyahkan meski dalam kondisi genting.

Itulah sebabnya, mencintai para Sahabat Nabi secara keseluruhannya menjadi Aqidah kaum Muslimin yang diwariskan secara turun-temurun bahkan sejak zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mencintai dan meneladani para Sahabat Nabi juga menjadi parameter keislaman seseorang. Maka siapapun yang mengaku muslim, mengaku beriman kepada Allah dan RasulNya, salah satu pembuktiannya adalah mencintai para Sahabat Nabi seluruhnya.

Itu pula sebabnya, hari-hari ini, salah satu bentuk pemikiran yang sangat berbahaya dan harus diwaspadai adalah jika ada kelompok takfiri yang mengklaim hanya mengikuti Ahlul bait, tapi melecehkan, merendahkan bahkan mengkafirkan sahabat-sahabat Nabi lainnya, seperti Abu Bakar al-Shiddiq dan Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhum. Sudah jelas itu bukan ajaran Islam, bukan ajaran warisan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Karena beliau mengajarkan kita untuk mencintai semua Sahabatnya, tanpa membedakan antara yang Ahlul Bait maupun non-Ahlul Bait. Meneladani mereka, tanpa membedakan antara yang Ahlul Bait maupun non-Ahlul Bait.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Dari peristiwa Bai’at Ridwan ini, kita belajar bahwa kemuliaan di sisi Allah bukan diukur dari banyaknya harta atau tingginya jabatan, tetapi dari keteguhan iman, kejujuran dalam komitmen, dan kesiapan berkorban di jalan Allah.

Mereka tidak sekadar beriman dalam kata, tetapi membuktikan iman itu dalam sikap dan pengorbanan. Maka mari kita bertanya pada diri kita: Sejauh mana kita meneladani keimanan mereka? Seberapa kuat kita menjaga janji kita kepada Allah?

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Jangan pula dilupakan, bahwa Bulan Dzulqa’dah ini adalah pintu menuju sepuluh hari terbaik dalam setahun di awal bulan Dzulhijjah nanti. Nabi ﷺ bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai-Nya untuk beramal di dalamnya selain sepuluh hari ini (Dzulhijjah), maka perbanyaklah di dalamnya tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani)

Maka Dzulqa’dah ini adalah waktu persiapan kita untuk menyambut hari-hari mulia itu.

Allah mengingatkan kita semua:

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Artinya: “Berlomba-lombalah menuju ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seperti luas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah memiliki karunia yang besar.” (QS. Al-Hadid: 21).

Karena itu, jangan tunda taubat kita. Jangan tunda amal shalih kita.

Kesempatan hidup adalah nikmat besar. Dan musim kebaikan seperti ini adalah peluang emas yang belum tentu kita jumpai kembali.

Maka perbaiki tauhid kita. Jauhi syirik, riya’, dan segala bentuk penyimpangan hati.

Perbaiki ibadah kita. Jaga shalat, perbanyak dzikir. Perbaiki akhlak kita. Tinggalkan kezaliman. Perbanyak taubat.

Nabi ﷺ bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ

Artinya: “Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah. Sungguh aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.” (HR. Muslim).

Berdoalah agar Allah mempertemukan kita dengan Dzulhijjah dalam keadaan terbaik.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ.

 


 

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Hari-hari ini, kita tidak boleh lupa, kita tidak boleh abai, bahwa saudara-saudara kita di Gaza, di bumi Palestina, masih terus terkurung dalam kekejian penjajah Zionis Yahudi. Hingga hari ini, mereka terus bertahan demi menunaikan kewajiban suci kita kaum muslimin, mempertahankan bumi al-Aqsha, mempertahankan Masjidil Aqsha.

Jangan pernah kendorkan doa-doa kita untuk kemenangan mereka.

Jangan pernah kendorkan usaha-usaha kita-meski kecil dan sederhana-untuk mendukung perjuangan dan jihad mereka di bumi Palestina.

Jangan pernah kendor melangitkan doa hanya kepada Allah Azza wa Jalla untuk kehancuran penjajah Zionis dengan semua negara dan pihak yang mendukung kezhaliman dan kejahatan mereka.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Seperti kita mendoakan bumi al-Aqsha di Palestina, jangan lupakan pula doa kita untuk 2 kota suci kita kaum muslimin, kota Mekkah al-Mukarramah dan kota Madinah Nabawiyah, kita doakan Negeri Haramain itu agar selalu dijaga oleh Allah Azza wa Jalla dari tangan-tangan keji dan khianat. Semoga saudara-saudara kita yang akan menunaikan ibadah haji ke sana dalam waktu tidak lama lagi, semuanya diliputi Allah dengan keamanan, kenyamanan dan keselamatan.

Semoga dengan itu, ada juga sedikit catatan amal shalih bernama “jihad” dalam lembaran amal kita di sisi Allah Azza wa Jalla.

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.


Download PDFnya di https://bit.ly/DzulqaidahPunTiba

Baca Juga