Wahdah Makassar Bekali Mahasiswa Akhir IAI STIBA Makassar Ilmu Penyelenggaraan Jenazah Jelang KKN

Berita
Asdar
29 Jan 2026
Wahdah Makassar Bekali Mahasiswa Akhir IAI STIBA Makassar Ilmu Penyelenggaraan Jenazah Jelang KKN

WahdahMakassar.or.id— Dalam rangka memperkuat peran pelayanan umat dan pembinaan masyarakat, Wahdah Makassar melalui Departemen Sosial Kesehatan (Soskes) menyelenggarakan Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah bagi mahasiswa semester akhir Institut Agama Islam (IAI) STIBA Makassar yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Anas bin Malik, Kampus IAI STIBA Makassar, dan berlangsung dengan tertib serta kondusif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, mengingat pentingnya ilmu pengurusan jenazah sebagai kebutuhan mendasar di tengah masyarakat.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kontribusi Wahdah Makassar dalam menyiapkan sumber daya dai dan kader umat yang siap terjun langsung melayani masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman dan praktik penyelenggaraan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam, mulai dari pendampingan saat sakaratul maut, tata cara memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga proses penguburan jenazah.

Abdullah, Anggota Departemen Sosial Kesehatan Wahdah Makassar, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan amanah yang diberikan kepada pihak Soskes sekitar satu pekan sebelum pelaksanaan kegiatan.

“Alhamdulillah, meskipun waktu pelatihan relatif singkat, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa materi ini sangat dibutuhkan sebagai bekal mereka saat menjalankan tugas KKN di masyarakat,” ungkapnya.

Adapun keterbatasan waktu menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pelatihan, sehingga penyampaian materi difokuskan pada hal-hal yang bersifat praktis dan sering dijumpai di lapangan.

Melalui kegiatan ini, Wahdah Makassar berharap para mahasiswa memiliki kesiapan ilmu, mental, dan kepekaan sosial dalam mengemban amanah dakwah dan pelayanan umat. Ilmu penyelenggaraan jenazah diharapkan tidak hanya menjadi bekal selama KKN, tetapi juga menjadi amal kebaikan yang terus mengalir sepanjang hayat, sebagai wujud kepedulian dan pengabdian kepada umat.

Sumber: Abdullah, Anggota Departemen Sosial Kesehatan Wahdah Makassar

Baca Juga