RAMADAN BULAN PERUBAHAN

Naskah Khutbah
Asdar
19 Feb 2026
RAMADAN BULAN PERUBAHAN

JUMAT, 2 Ramadan 1447 H / 20 Februari 2026 M
 Oleh Mukran H. Usman, Lc., M.H.I.

Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar

KHUTBAH PERTAMA

 

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

أَيُّهَا النَّاسُ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Ramadhan adalah kesempatan emas untuk perubahan dalam semua sisi kehidupan kita, namun perubahan tersebut bisa terjadi kepada mereka yang ingin perubahan, apatahlagi upaya dan usaha untuk berubah dibulan Ramadhan merupakan sesuatu yang sangat mungkin bisa terjadi, hal ini dikarenakan oleh suasana yang mendukung, bantuan dan pertolongan dari Allah ﷻ berupa setan setan yang dibelenggu, pintu surga yang dibuka dan pintu neraka yang ditutup, serta beragam keutamaan yang ada pada bulan Ramadhan sebagai sebuah jembatan perubahan.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...

Diantara aspek yang perlu kita motivasi diri kita untuk melakukan perubahan di bulan yang mulia ini adalah;

Pertama; kesempatan untuk memperbaiki ibadah kita terutama salat.

Salat adalah kunci kesuksesan, asal kebahagiaan, dan merupakan amal yang pertama kali dihisab di hari kiamat. Jika shalat kita baik, maka kita akan sukses dan bahagia. Jika tidak, maka kita akan celaka.

Salat adalah cahaya, bukti, dan keselamatan di hari kiamat. Jika kita menjaganya, maka kita akan memiliki cahaya dan keselamatan. Jika tidak, maka kita tidak akan memiliki apa-apa, bahkan terancam dengan siksaan pedih di hari kiamat kelak.

Nabi ﷺ bersabda:

أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِر

Artinya: “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah salatnya. Maka, jika salatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika salatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud dan an Nasai).

Ramadhan adalah kesempatan untuk menjadikan ibadah salat kita untuk menjadi lebih baik dan baik lagi. Dengan kemudahan dari Allah, jiwa-jiwa kita menjadi lebih siap, hati-hati kita lebih fokus, sehingga salatpun lebih terjaga.

Kedua; Salah satu aspek penting perubahan di bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk bertaubat dan kembali kepada Allah ﷻ . Allah telah menyiapkan bulan ini untuk kita bertaubat dan kembali kepada-Nya, karena setan-setan besar diikat, seperti yang dikatakan oleh Nabi ﷺ:

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلم يفتح مِنْهَا بَاب الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقصر ن وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

Artinya : "Jika malam pertama Ramadhan tiba, setan-setan dan jin-jin jahat diikat, pintu-pintu neraka ditutup, dan pintu-pintu surga dibuka. Dan ada yang menyeru: Wahai pencari kebaikan, datanglah! Wahai pencari keburukan, berhentilah! Dan Allah membebaskan banyak orang dari neraka setiap malam." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dalam hadis yang lain, tatkala Malaikat Jibril berdoa dan Nabi ﷺ mengaminkannya, di mana di antara doanya :

وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

Artinya: "Celakalah seseorang yang menjumpai Ramadhan, namun Ramadan berlalu sedang dia tidak diampuni dosanya." (HR. Tirmidzi).

Ketiga: Ramadhan adalah kesempatan untuk introspeksi diri, menghitung amal, dan mendorong diri untuk berbuat baik. Perubahan dimulai dari sini, dari menghitung kesalahan dan memperbaikinya. Ini harus menjadi kebiasaan kita, untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Allah Azza wa Jalla berfirman;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Terjemahnya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. al-Hasyr: 18).

Dengan demikian, ayat ini menekankan pentingnya untuk introspeksi diri dan menilai kembali amalan yang telah dilakukan. Setiap orang harus menyadari bahwa amalannya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di hari kiamat. Oleh karena itu, setiap orang harus berusaha untuk selalu melakukan perbuatan baik dan menjauhi perbuatan buruk

Keempat: Ramadhan juga kesempatan untuk lebih dekat dengan Allah dan meningkatkan amal saleh. Allah telah memilih bulan ini sebagai bulan yang istimewa, sehingga kita harus memanfaatkannya untuk beramal saleh lebih banyak.

Kelima: Ramadhan juga kesempatan untuk memperbaiki akhlak kita. Nabi ﷺ mengatakan:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Artinya: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang salah, maka Allah tidak butuh puasanya." (HR. Bukhari).

Diantara akhlak yang mulia yang kita akan raih dalam ibadah puasa adalah akhlak untuk menahan amarah dan memaafkan orang lain. Puasa mengajarkan kita untuk sabar dan tahan, sehingga kita bisa menahan amarah dan memaafkan orang lain. Allah menggambarkan orang-orang beriman sebagai mereka yang "menahan amarah dan memaafkan orang lain".

Sikap ini bukan sekadar menahan diri dari luapan emosi, melainkan bentuk kemenangan jiwa atas ego yang seringkali menuntut balas. Dengan melapangkan dada melalui pemberian maaf, seorang mukmin sesungguhnya sedang menyempurnakan kualitas ketaqwaannya yang menjadi tujuan utama dari ibadah puasa itu sendiri.

Allah ﷻ berfirman:

وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Terjemahnya: ... dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran: 134).

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ.

 

 

 

 


 

 

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه.

Hari-hari Ramadan berlalu dengan cepat, bahkan mungkin lebih cepat dari hari-hari lainnya. Ini memerlukan tekad yang kuat dan semangat yang tinggi untuk mengatur waktu dan memanfaatkan kesempatan-kesempatan baik di bulan Ramadhan.

Mengatur waktu di bulan Ramadan sangat penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tentukan waktu khusus untuk setiap ibadah, dan hindari pencuri waktu seperti teman-teman yang tidak baik atau terlalu sibuk dengan media sosial. Allah ﷻ berfirman:

وَذَرِ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا

Terjemahnya: "Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia" . (QS. Al-An'am: 70).

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.


Download PDFnya di https://bit.ly/RamadanBulanPerubahan