JUMAT, 18 Syakban 1447 H / 06 Februari 2026 M
Oleh Muhammad Ode Wahyu, S.Pd.I., S.H.
Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar
KHUTBAH PERTAMA
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار
أَيُّهَا النَّاسُ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Beberapa hari lagi bulan ramadhan akan tiba. Pertengahan Sya’ban telah kita lalui pada selasa kemarin. Ini berarti, Ramadhan yang mulia hanya tinggal menghitung hari untuk dapat kembali kita jalani. Rasa sedih karena berpisah dengannya setahun yang lalu akan segera berganti dengan rasa bahagia pertemuan dengannya. Ialah bulan yang dinantikan oleh seluruh kaum muslimin. Bulan amal, bulan ampunan, bulan perlombaan hamba-hamba saleh yang mengharap ampunan dan rahmat Tuhannya.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah...
Menjelang Ramadhan itu, satu hal yang patut kita lakukan adalah membersihkan diri secara lahir maupun batin. Ibarat seorang yang hendak menjamu tamunya, seseorang akan membersihkan dirinya, halaman rumahnya serta area rumah lainnya agar ia dapat menjamu tamunya dengan maksimal dan ia tidak merasa kecewa padanya. Oleh karenanya, kondisi jiwa haruslah ditazkiyah juga, disucikan dari segala noda-noda maksiat dan kelalaian, agar kondisi ruhiyah dapat benar-benar khusyuk dalam ibadah pada bulan Ramadhan.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah...
Tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa sebelum datangnya bulan Ramadhan dilakukan dengan memperbanyak istighfar atau permohonan ampun kepada Allah –Ta’ala- atas segala dosa-dosa dan kesalahan yang telah dilakukan di masa-masa lampau. Memohon ampunan ini tidak boleh ditunda, tidak boleh direncanakan pelaksanaannya nanti pada bulan ramadhan saja, sebab seseorang tidak mengetahui bilakah ia berjumpa dengan bulan Ramadhan. Memohon ampun kepada Allah harus terus dilakukan, agar jikapun tidak bertemu dengan bulan Ramadhan, akhir hidup kita ditutup dengan permohonan ampun pada-Nya, semoga dengannya kita meraih ampunan itu.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah...
Kita memang patut berbahagia dengan datangnya bulan Ramadhan, karena itu adalah bentuk dan bukti keimanan sejati seorang hamba. Tapi, kita juga tidak boleh mengabaikan penderitaan saudara-saudara kita di Gaza Palestina. Kita bahagia dengan datangnya bulan Ramadhan, tapi hari ini kita juga bersedih atas pengkhianatan kaum Yahudi -suatu kaum yang sebagian manusianya pernah Allah kutuk menjadi monyet dan Babi- terhadap perjanmjian genjatan senjata mereka dengan warga Palestina.
Merekalah kaum yang tidak bisa sadar hanya dengan sekedar perjanjian-perjanjian genjatan senjata semata. Mereka adalah kaum pengingkar janji dari dulu hingga hari ini, sebagaimana yang terjadi saat ini, mereka membuat perjanjian genjatan senjata, tapi mereka jugalah yang mengkhianatinya dengan terus melancarakan serangan pada warga-warga sipil Palestina.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah...
Jangan pernah melupakan Palestina, jangan pernah mengabaikan palestina, jangan diam saat mereka terzalimi, jangan bisu saat kebiadaban-kebiadaban kelompok Yahudi terus terjadi pada saudara-saudara kita di sana.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّىٰ يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Artinya: “Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya seperti apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Artinya: “Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan berbelas kasih adalah ibarat satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah...
Rakyat Palestina adalah saudara kita. Persaudaran kita dengan mereka adalah persaudaraan yang diikat oleh tali keimanan yang kuat, diikat oleh akidah tauhid Laa Ilaaha Illallah, diikat oleh iman pada Tuhan dan Rasul yang sama. Itulah ikatan yang kuat yang tidak akan pernah putus selama-lamanya.
Allah –Ta’ala- berfirman:
فَمَن يَكۡفُرۡ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسۡتَمۡسَكَ بِٱلۡعُرۡوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَاۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Terjemahnya: “Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 256)
Karena itu, jangan pernah mengatakan “Mengapa kita harus terus memikirkan mereka sementara masalah kita disini belum juga usai?” Karena mereka adalah saudara kita yang wajib untuk kita perhatikan. Mereka adalah saudara kita yang menurunkan iman kita jika kita mengabaikan penderitaan mereka. Mereka adalah saudara kita, bukan hanya sekedar suadara seiman tapi juga sudara seperjuangan. Sebab negara Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
Oleh karena itu, dihari-hari menjelang datangnya Ramadhan ini, di hari-hari ketika kaum muslimin bersuka cita akan kehadirannya, juga di hari-hari akan kesedihan kita karena semakin banyaknya korban luka-luka dan kehilangan nyawa akibat pengkhianatan dan kebiadaban kelompok Yahudi, bagi kita, untuk suadara kita, kita harus katakan dari relung yang teramat dalam di dada-dada kita, kita menuntut pembelaan terhadap saudara-saudara kita. Kita menuntut balas akan keburukan yang terjadi pada saudara-saudara kita. Bahkan, kita katakan, jika seruan jihad telah dikumandangkan, maka kitapun siap untuk ikut terjun dalam medan jihad, siap berkorban harta, jiwa dan raga, demi saudara-saudara kita.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ، وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ، مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ
“Siapa saja yang meninggal dunia dalam keadaan belum berperang dan juga tidak pernah meniatkan dalam hatinya untuk melakukannya, maka ia mati dalam salah satu cabang kemunafikan.” (HR. Muslim).
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah...
Saat ini, umat Islam merupakan umat yang yang begitu banyak. Pemeluk agama islam di seluruh penjuru dunia mencapaian miliaran orang. Tapi, saat saudara kita di Palestina disakiti dan dizalimi, kita tidak bisa berbuat banyak untuk mereka. Kita hanya dapat menangis, sedih, mengirimkan doa dan sebagian harta kita. Kita bersyukur jika masih memiliki sifat simpati itu, menunjukkan kita masih memiliki keimanan.
Hanya saja, keadaan ini membuktikan sabda Nabi ﷺ bahwa kita saat ini sampai pada fase yang disebutkan Nabi ﷺ: “Banyak, tapi bagai buih di lautan.” Rasulullah ﷺ bersabda:
يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا»، فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: «بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ، وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ»، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: «حُبُّ الدُّنْيَا، وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ»
Artinya: “Sudah dekat, waktu dimana umat-umat berlomba-lomba memangsa kalian sebagaimana mereka memperebutkan makanan dalam satu tempayan.” Berkatalah salah seorang sahabat, ‘Apakah disebabkan jumlah kaum muslimin yang sedikit pada saat itu?’ Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Justru jumlah kalian saat itu sangat banyak, tapi kalian hanya bagaikan buih di lautan. Dan Allah akan mencabut rasa segan dari hati musuh-musuh kalian terhadap kalian serta akan menancapkan dalam hati-hati kalian satu pernyakit bernama al-Wahn.’ Seorang sahabat bertanya, ‘Apakah penyakit al-Wahn itu wahai Rasulullah?’ Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Wahn itu adalah cinta pada dunia dan takut pada kematian.” (HR. Abu Dawud)
Kita mesti malu pada pendahulu umat ini yang berhasil menguasai sepertiga dunia dan menegakkan syariat islam di dalamnya. Kita mesti malu pada pendahulu umat ini yang hanya karena teriakan seorang wanita disingkap jilbabnya oleh seorang Yahudi, terjadi perang Bani Qainuqa’ hingga kaum Yahudi menyerah dan diusir dari kota Madinah. Kita mesti sedih dengan kondisi kita hari ini.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah...
Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini kecuali kita semua kembali pada agama kita. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ ، وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ، وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ، وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ، سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ
Terjemahnya: “Jika kalian telah melakukan jual beli dengan cara riba al-Inah, lebih memilih bisnis peternakan kalian, lebih ridho pada pertanian kalian dan meninggalkan jihad, Allah akan menimpakan kehinaan pada kalian. Allah tidak akan menghilangkan kehinaan itu hingga kalian kembali pada agama kalian.” (HR. Abu Dawud).
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah...
Ramadhan tahun ini hendaknya menjadi momentum bagi kita kembali pada agama kita seutuhnya, kembali pada syariat yang mulia, untuk mengembalikan izzah/kemuliaan islam dan kaum muslimin. Agar tidak ada lagi yang berani membuat Palestina menangis, agar tidak ada lagi isak tangis wanita yang kehilangan anaknya, tidak ada lagi teriakan dan tangis anak yang ketakutan mendengar suara bom hingga akhirnya ia kehilangan orang tuanya, tidak ada lagi yang berani menodai Daar as-Salam tanah Yerusalem yang di dalamnya terdapat al-Quds, negeri tempat lahirnya para Nabi, yang bernama Palestina.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah...
Tidak ada pilihan bagi kita yang mengharapkan kemuliaan melainkan kembali pada agama ini dan berjuang mempertahankan kemuliaannya. Ramadhan, tidak hanya mengajarkan kita untuk menahan lapar dan dahaga saja, tapi juga mengajarkan arti kemenangan. Sebagaimana menangnya kaum muslimin di bulan Ramadhan pada perang Badr, juga sebagaimana menangnya bangsa Indonesia yang merdeka pada bulan Ramadhan bertepatan tanggal 17 Agustus tahun 1945.
Tapi, manakala kita abai dengan semua itu, tidak peduli dengan mereka, ketahuilah bahwa Palestina akan tetap merdeka, kaum muslimin akan kembali berjaya dan boleh jadi kita malah terhina akibat mengabaikan semua itu. Ingatlah firman Allah –Ta’ala-:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِي ٱللَّهُ بِقَوۡم يُحِبُّهُمۡ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآئِم ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ
Terjemahnya: “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 54)
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah...
Kita tidak boleh berhenti berjuang untuk saudara-saudara di Palestina. Kita tidak boleh berhenti menyuarakan hak-hak mereka. Dan, perjuangan memboikot atau tidak membeli produk-produk yang sebagian hasil penjualannya dipakai untuk membiayai perjuangan kelompok Yahudi membantai saudara-saudara kita kaum muslimin tidak boleh terhenti.
Semoga Allah segera mengangkat kesedihan mereka dan menggantinya dengan kebahagiaan, memerdekakan mereka dari penjajahan kaum Yahudi durjana, serta menolong kaum muslimin dimanapun mereka berada. Aamin aamin Allahumma aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه.
إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Download PDFnya di https://bit.ly/RamadanTibaJanganBiarkanGaza