JUMAT, 27 Zulkaidah 1447 H / 15 Mei 2026 M
Oleh Abdullah Nazhim Hamid, S.T., Lc., M.A.
Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar
KHUTBAH PERTAMA
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار
أَيُّهَا النَّاسُ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Di antara tanda hidupnya hati seorang hamba adalah ketika ia memiliki keinginan untuk berkorban demi mendekatkan diri kepada Allah. Sebab agama ini tidak dibangun di atas angan-angan, tetapi dibangun di atas pengorbanan. Dan salah satu ibadah terbesar yang mengajarkan makna pengorbanan itu adalah ibadah qurban.
Qurban bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah syiar tauhid. Ia adalah bukti cinta kepada Allah. Ia adalah ibadah yang diwariskan sejak Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, lalu dihidupkan dan diajarkan kembali dengan sempurna oleh Nabi kita Muhammad ﷺ.
Karena itu, sungguh tidak pantas bagi seorang muslim yang Allah lapangkan rezekinya, Allah sehatkan badannya, Allah mudahkan kehidupannya, namun ketika datang hari-hari qurban ia justru berpaling dan tidak memiliki keinginan untuk berqurban. Ibadah qurban adalah ibadah yang disyariatkan dalam Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah ﷺ, dan telah menjadi ijma’ kaum muslimin.
Allah Ta’ala berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Terjemahnya: “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berqurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2).
Allah juga berfirman:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Terjemahnya: “Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadah sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan demikianlah aku diperintahkan.” (QS. Al-An’am: 162–163)
Allah juga berfirman:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ
Terjemahnya: “Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang Allah berikan kepada mereka berupa hewan ternak.” (QS. Al-Hajj: 34).
Ayat ini menunjukkan bahwa menyembelih hewan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah adalah syariat besar yang ada pada seluruh umat para nabi. Ini menandakan bahwa qurban bukan ibadah kecil. Ia adalah ibadah agung yang membawa maslahat bagi manusia di setiap zaman dan tempat.
Adapun dalam sunnah Nabi ﷺ, maka begitu banyak hadits yang menunjukkan besarnya syariat qurban. Dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ’anhu meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَقَدْ تَمَّ نُسُكُهُ وَأَصَابَ سُنَّةَ الْمُسْلِمِينَ
Artinya: “Barang siapa menyembelih setelah shalat Id, maka sempurnalah ibadah qurbannya dan ia telah mengikuti sunnah kaum muslimin.”
Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bahkan menyembelih lansung hewan qurbannya. Dan Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu berkata:
ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ، ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ، وَسَمَّى وَكَبَّرَ
“Nabi ﷺ berqurban dengan dua ekor kambing kibas berwarna putih bercampur hitam. Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sendiri, membaca basmalah dan bertakbir.”
Bahkan Abdullah bin Umar radhiyallahu ’anhuma mengatakan:
“Rasulullah ﷺ tinggal di Madinah selama sepuluh tahun, dan selama itu beliau terus berqurban.”
Lihatlah, kaum muslimin rahimakumullah…
Nabi ﷺ adalah manusia yang paling bertakwa kepada Allah. Namun beliau tidak pernah meremehkan ibadah qurban. Padahal beliau telah dijamin surga. Lalu bagaimana dengan kita yang penuh dosa dan begitu membutuhkan ampunan Allah? Nabi sendiri sampai mengatakan dalam hadisnya:
مَنْ وَجَد سَعَةً فلم يُضَحِّ فلا يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنا
“Barangsiapa yang punya keluasan (harta) lalu ia tidak berqurban, maka jangan ia mendekati tempat salat kami.”
Karena itu para ulama menjelaskan bahwa meninggalkan qurban padahal mampu adalah sesuatu yang tidak layak bagi seorang muslim. Sebagian salaf sampai mengatakan bahwa mereka tidak suka seseorang memiliki kelapangan harta namun tidak berqurban.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Masalah terbesar banyak manusia sebenarnya bukan tidak mampu, tetapi tidak benar-benar memiliki keinginan kuat untuk mendekat kepada Allah. Sebab ketika hati sudah benar-benar ingin, maka seseorang akan mencari jalan untuk bisa melakukannya. Allah Ta’ala berfirman:
وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً
Terjemahnya: “Seandainya mereka benar-benar ingin berangkat, niscaya mereka akan menyiapkan persiapan untuk itu.” (QS. At-Taubah: 46)
Ayat ini sangat dalam maknanya. Allah menjelaskan bahwa keinginan yang jujur akan melahirkan persiapan. Orang yang sungguh-sungguh ingin dekat kepada Allah pasti akan berusaha menyiapkan bekalnya.
Maka seseorang yang berkata, “Saya ingin berqurban,” tetapi dari tahun ke tahun tidak pernah ada usaha, tidak pernah menabung, tidak pernah menyisihkan uang, tidak pernah mengurangi pengeluaran yang tidak penting, maka hendaknya ia bertanya kepada dirinya sendiri: apakah benar ia memiliki keinginan yang kuat?
Sebab orang yang ingin membeli motor bisa menabung. Orang yang ingin mengganti handphone bisa menabung. Orang yang ingin liburan bisa menyiapkan biaya jauh-jauh hari. Mengapa ketika urusannya adalah mendekat kepada Allah, justru banyak manusia merasa tidak mampu?
Padahal qurban adalah investasi akhirat. Seekor kambing mungkin habis dalam sehari, tetapi pahala dan kedekatan kepada Allah bisa menjadi sebab keselamatan seorang hamba di akhirat kelak.
Karena itu, jangan hanya menyalahkan keadaan. Jangan terus berpangku tangan. Mulailah mencari jalan agar tahun ini atau tahun depan kita bisa menjadi bagian dari orang-orang yang berqurban.
Ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan. Mulailah dengan niat yang jujur kepada Allah. Sebab banyak amal besar dimulai dari hati yang tulus. Kemudian biasakan menyisihkan uang sedikit demi sedikit setiap bulan. Jangan menunggu kaya. Banyak orang bisa berqurban bukan karena gajinya besar, tetapi karena ia mempersiapkannya sejak awal. Kurangi pengeluaran yang tidak penting. Kadang dalam satu bulan, uang habis untuk kopi, jajan, rokok, hiburan, atau hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Jika sebagian itu ditahan, mungkin dalam setahun sudah cukup untuk membeli seekor kambing.
Selain itu, seorang muslim hendaknya membangun pola hidup sederhana. Jangan seluruh harta habis untuk gaya hidup. Karena hati yang terlalu cinta dunia akan selalu merasa berat mengeluarkan harta untuk akhirat.
Dan yang paling penting, mintalah pertolongan kepada Allah. Sebab hati manusia berada di tangan Allah. Rezeki juga di tangan Allah. Jika Allah melihat kesungguhan seorang hamba untuk taat kepada-Nya, maka Allah mampu membuka jalan yang tidak pernah ia sangka.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Hari-hari qurban adalah hari-hari mulia. Pada hari itu, seorang hamba menunjukkan bahwa cintanya kepada Allah lebih besar daripada cintanya kepada harta. Dan tidak ada harta yang benar-benar hilang ketika diberikan di jalan Allah.
Maka jangan biarkan diri kita menjadi penonton setiap tahun. Jangan biarkan hati kita terbiasa merasa cukup hanya dengan melihat orang lain berqurban. Tanamkan tekad mulai hari ini: “Ya Allah, jadikan aku termasuk hamba-Mu yang mampu berqurban demi mencari ridha-Mu.”
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang menghidupkan syiar qurban dengan penuh keimanan, keikhlasan, dan pengagungan kepada Allah Azza wa Jalla. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Marilah kita pada khutbah kedua ini, bershalawat dan memohon kepada Allah agar Dia menjadikan ibadah qurban kita tahun ini sebagai bukti kejujuran iman dan ketulusan hati kita. Semoga Allah memberikan hidayah agar pengorbanan kita tidak dinodai oleh riya, melainkan murni demi takwa. Semoga semangat qurban ini membahagiakan diri kita, tetangga kita, dan saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama saudara-saudari kita di Bumi Palestina yang hingga kini masih menunjukkan kejujuran pengorbanan di jalan Allah dengan jiwa dan raga mereka.
إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Download PDFnya di https://bit.ly/QurbanBuktiKejujuran