Keajaiban ASI dan Menyusui (Bagian 1)

Kesehatan
Admin WIM
23 Oct 2018
Keajaiban ASI dan Menyusui (Bagian 1)

Islam adalah agama yang menjaga umatnya. Bentuk penjagaan itu terlihat dari syariat yang Allah turunkan. Syariat Allah yang mencakup seluruh aspek kehidupan menunjukkan bukti kesempurnaan Islam sebagai rahmatan lil 'aalamin. Salah satu bentuk kesempurnaan Islam adalah adanya perintah kepada ibu untuk menyusui anaknya. Jadi aktivitas menyusui bagi seorang ibu adalah fitrah sekaligus merupakan hak dari bayi. Allah ta'ala berfirman  

"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 233). 

ASI adalah Rezeki Sang Bayi

ASI juga menunjukkan kasih sayang Allah dalam bentuk rezeki sang bayi. Allah dalam  firman-Nya menjaminkan rezeki bagi setiap makhluk-Nya. “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Huud: 6) Bayi yang lahir ke dunia dalam keadaan lemah tanpa daya, jangankan mencari makanan, untuk membolak-balikkan tubuhnya pun tidak bisa, Allah  jaminkan rezekinya lewat air susu ibunya. Sehingga sudah menjadi sunnatullah bagi ibu yang melahirkan untuk memberikan rezeki yang dititipkan Allah kepadanya dengan jalan menyusuinya.  

Menyusui merupakan proses untuk memberikan zat gizi kepada bayi secara optimal. ASI merupakan makanan yang paling ideal untuk menunjang kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal. ASI mengandung lemak, karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serta antibodi (zat untuk kekebalan tubuh) dalam jumlah yang tepat untuk pencernaan, perkembangan otak dan pertumbuhan bayi. Bayi yang mendapat susu formula mungkin saja lebih gemuk dibandingkan bayi yang mendapat ASI, tetapi belum tentu lebih sehat. Inilah bukti cinta Allah kepada makhluk-Nya. Perawatan bayi begitu sensitif, bayi belum mampu berkomunikasi, belum bisa mengungkapkan kebutuhannya, namun Allah memberikan kemudahan dengan memberi sepaket kebutuhannya lewat makanan sempurna bernama ASI.  

Beberapa ibu terkadang mengalami kendala menyusui misalnya ASI tidak keluar, sehingga membuat gagal menyusui, namun kendala-kendala itu bisa diatasi. Proses menyusui (laktasi) melibatkan unsur hormonal di dalam tubuh manusia, yaitu adanya peran hormon prolaktin dan oksitosin. Karena itu faktor-faktor yang bisa menganggu hormon laktasi sebisa mungkin dicegah agar proses menyusui berjalan lancar. Produksi hormon oksitosin yang biasa disebut hormon kebahagiaan sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis seseorang. Olehnya, sangat penting untuk memperhatikan kondisi sang ibu misalnya membuat sang ibu merasa senang, tenang, jauh dari masalah psikologis. Kekhawatiran, kelelahan, adanya stres pada ibu dan gangguan psikologis lainnya akan menghambat kerja hormon oksitosin yang mengakibatkan produksi ASI terganggu. Oleh karena itu, dukungan keluarga sangat penting, apalagi di awal melahirkan yang rawan bagi ibu mengalami syndrom baby blues, sebagai adaptasi seorang ibu dengan amanah dan kesibukan yang baru dirasakannya, yakni menimang seorang bayi. Ibu yang melahirkan juga sering mengalami kelelahan hebat karena ada perubahan drastis yang dirasakan, dengan mengurusi bayi yang sebelumnya belum lahir. Belum lagi rasa sakit efek melahirkan yang masih dirasakan beberapa hari setelah melahirkan, misalnya melahirkan dengan jalan sectio  caesarea (SC) yang membutuhkan beberapa hari untuk pemulihan. 

Kekuasaan Allah dalam ASI

Adakah minuman yang jika disuguhkan dan diminum,  komposisi zat gizinya berbeda pada saat awal meminumnya hingga akhir? Itulah ASI. Uniknya kandungan ASI menyesuaikan dengan kondisi bayi tersebut. Komposisi ASI tidak selalu sama, disesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat. Kebutuhan bayi saat lahir, pada saat sehat dan sakit itu berbeda. Inilah salah satu keunggulan ASI sekaligus bukti kekuasaan Allah. Komposisi ASI akan bervariasi tergantung usia bayi, sehingga ada yang disebut kolostrum, ASI peralihan, dan ASI matur. Kolostrum adalah ASI yang keluar pada masa-masa awal bayi dilahirkan, merupakan cairan berwarna kekuningan yang keluar pertama kali saat ibu menyusui setelah melahirkan. Di pekan-pekan terakhir kehamilan hingga waktunya melahirkan, kolostrum sudah diproduksi oleh tubuh ibu. World Health Organization  (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia merekomendasikan kolostrum sebagai makanan pertama bagi bayi yang baru lahir karena komposisinya yang ideal. Kolostrum tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi bayi yang baru lahir, tetapi juga melindungi bayi karena bersifat mengaktivasi sistem imun (kekebalan tubuh bayi). Kolostrum ini bagi orang tua dahulu terkadang dilarang untuk diberikan kepada bayi dengan alasan-alasan tertentu, padahal kolostrum ini kaya akan zat gizi dan zat imunitas (kekebalan tubuh) yang sangat dibutuhkan bayi di awal kelahirannya di dunia. Jadi ASI yang keluar pada hari-hari pertama kelahiran harus tetap diberikan kepada bayi dan tidak benar kalau ASI tersebut basi. 

ASI peralihan/transisi menggantikan kolostrum dalam beberapa hari setelah persalinan. ASI transisi mengandung lemak yang tinggi, laktosa, vitamin, dan lebih banyak kalori dibandingkan dengan kolostrum. ASI transisi/peralihan berlangsung sekitar dua minggu dan pada saat ini payudara akan menjadi lebih besar, lebih kencang, dan dapat membuat tidak nyaman atau bahkan terasa sakit. Menyusui secara teratur dan membantu bayi menyusu dengan baik dapat meredakan rasa tidak nyaman pada payudara.  

ASI matur muncul setelah ASI transisi dan mulai muncul sekitar akhir dari minggu kedua setelah persalinan. ASI matur lebih cair dan mengandung lebih banyak air dibanding ASI transisi/peralihan. ASI matur mengandung 90 % air dan 10 % karbohidrat, protein, dan lemak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan energi. 

Komposisi ASI juga bervariasi dari awal hingga akhir menyusui. Pada ASI matur dikenal istilah foremilk dan hindmilk. Foremilk (ASI awal) adalah ASI yang bening yang diproduksi pada awal penyusuan. Foremilk banyak mengandung laktosa dan protein. Hindmilk (ASI akhir) adalah ASI yang lebih putih pekat, diproduksi pada akhir penyusuan. Hindmilk banyak mengandung lemak yang sangat diperlukan sebagai sumber tenaga dan pembentukan otak. Bayi juga mendapatkan kebutuhan energinya sebagian besar dari lemak. Lemak juga yang berperan besar dalam proses tumbuh dan naiknya berat badan bayi.  Karena itu pada saat menyusui sebaiknya dituntaskan pada satu payudara lalu berpindah ke payudara yang satunya, agar zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi bisa diperoleh seluruhnya. Menghentikan bayi yang sedang menyusu akan mengurangi lemak yang didapatkan, dengan demikian bayi tidak mendapatkan cukup energi. Jika berlangsung lama, maka bisa menyebabkan bayi gagal tumbuh karena bayi hanya mendapatkan sedikit lemak.  

Kandungan protein dalam ASI juga berbeda pada setiap tahapnya, dalam bentuk whey dan kasein, dengan variasi komposisi whey : kasein adalah 90:10 pada hari ke-4 sampai 10 persalinan (ASI transisi/peralihan) dan 60:40 pada ASI matur (hari ke-11 sampai 240) dan 50:50 setelah hari ke-240. Pada susu sapi perbandingan whey : kasein adalah 18:82. Protein whey lebih mudah diserap sehingga mempercepat pengosongan lambung. Kemungkinan inilah yang menyebabkan bayi lebih cepat lapar dan bisa menyusui hingga berjam-jam pada bulan-bulan pertama kelahirannya karena  protein whey, protein yang lebih mudah diserap komposisinya lebih tinggi. Dan pada susu sapi, kandungan protein whey sangat rendah. 

Penulis: Fitri Wahyuni, S.Gz, M.Si