TAZKIRAH DIBALIK MUSIBAH GEMPA

Naskah Khutbah
Asdar
24 Nov 2022
TAZKIRAH DIBALIK MUSIBAH GEMPA

JUMAT, 01 Jumadil Awal 1444 H / 25 November 2022 M 

Oleh Rachmat Badani, Lc., M.A.

Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar

KHUTBAH PERTAMA

 

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

أيها الناس رحمكم الله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللِه فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah

Bertakwalah kepada Allah ‘azza wa jalla dengan sebenar-benarnya ketakwaan, dengan mengamalkan perintah Allah atas dasar ilmu karena mengharapkan ganjaran pahala dari-Nya, dan meninggalkan seluruh larangan Allah atas dasar ilmu karena takut akan azab-Nya.


Salawat dan salam semoga senantiasa terhaturkan kepada baginda Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabatnya serta kepada setiap pengikutnya yang konsisten menjalankan syariatnya.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah...

Beberapa hari ini negeri kita kembali berduka atas musibah gempa yang menimpa sebagian saudara-saudara kita di kota Cianjur. Bapak Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat menyatakan pada hari selasa kemarin bahwa setidaknya pertanggal 22 November setidaknya sebanyak 162 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka akibat gempa bumi berkekuatan 5,6 SR tersebut. Musibah ini tidak berakhir sampai di situ, karena diperkirakan pula jumlah yang sangat banyak yang membutuhkan tempat pengungsian dan logistik untuk mereka. Ditambah lagi kebutuhan para korban selamat terhadap terapi healing baik itu orang tua ataupun anak-anak kecil.

Jamaah sekalian, dunia ini hakikatnya diciptakan oleh Allah sebagai darul bala untuk menguji umat manusia yang Dia ciptakan apakah mereka hendak beriman kepada Allah ataukah kufur kepada-Nya. Maka beruntunglah bagi mereka yang mampu bersabar dengan ujian-ujian musibah yang Allah berikan, bukankah Allah ta’ala telah berfirman:

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٞ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ أُوْلَٰٓئِكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوَٰتٞ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٞۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ

Terjemahnya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah ayat 155-157)


Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah...

Silih bergantinya musibah yang terjadi tentu bukan tanpa hikmah di sisi Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Meskipun terkadang kita tidak sadar dengan pengaturan Allah yang Maha Agung terhadap kehidupan dunia ini.

Siapa yang menyangka bahwa Allah memerintahkan Nabi Khidir untuk melubangi kapal yang ditumpanginya bersama Nabi Musa?

Siapa yang mengira bahwa Allah memerintahkan Nabi Khidir untuk membunuh seorang anak yang dijumpainya dalam perjalanan bersama Nabi Musa?

Siapa yang menduga bahwa Allah memerintahkan Nabi Khidir untuk membangun ulang rumah reot dan kumuh tanpa meminta upah atas kerjanya?

Jamaah sekalian, sungguh seluruh perintah-perintah tersebut benar-benar di luar nalar Nabi Musa ‘alaihissalam, namun apa daya dan kesanggupan beliau di hadapan hikmah-hikmah yang Allah ketahui dan inginkan dari seluruh perintah-perintah-Nya yang Allah paparkan di dalam surah al-Kahfi. Rupa-rupanya kapal itu adalah milik orang-orang miskin sengaja dilubangi agar tidak dirampas oleh para perompak di laut lepas. Tak disangka pula ternyata Allah yang Maha Kuasa, mengetahui bahwa anak kecil itu kelak akan menjadi sebab kesengsaraan ibu bapaknya yang beriman, maka Allah hendak menggantinya dengan anak yang lebih bertakwa. Dan siapa yang tahu bahwa di balik rumah reot kumuh itu tersimpan harta peninggalan ibu bapak dari anak-anak yatim piatu untuk mereka.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah...

Musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Cianjur, ataupun di tempat- tempat yang lainnya juga sarat akan hikmah yang Allah ‘azza wa jalla ketahui dan kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Di antara hikmah-hikmah tersebut adalah:

Hikmah Pertama: Tanda-tanda Kekuasaan Allah

Gempa bumi di dalam Al-Quran dijelaskan sebagai ayat-ayat kauniyyah atau tanda-tanda kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala di alam semesta ini. Allah ta’ala menciptakan sebagian fenomena alam seperti gempa bumi untuk menunjukkan kekuasaan-Nya agar umat manusia menjadi takut akan ketetapan-Nya. Apabila kita merujuk kepada sunnatullah pada alam ini, tanah termasuk pergerakan gunung dan lapisan dalam bumi memiliki hikmah yang luar biasa. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَتَرَى ٱلۡجِبَالَ تَحۡسَبُهَا جَامِدَةٗ وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِۚ صُنۡعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِيٓ أَتۡقَنَ كُلَّ شَيۡءٍۚ إِنَّهُۥ خَبِيرُۢ بِمَا تَفۡعَلُونَ 

Terjemahnya: Dan kamu sangka gunung-gunung itu tetap ada di tempatnya, padahal gunung-gunung itu bergerak seperti awan yang bergerak. Allah telah membuat segala sesuatu dengan kokoh. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Naml ayat 88)

Subhanallah, inilah di antara tanda kekuasaan Allah ‘azza wa jalla. Siapakah di antara kita yang sanggup melihat pergerakan gunung-gunung ibarat pergerakan awan di langit sana? dan siapakah yang mampu menggerakkan seluruh benda-benda besar di alam semesta ini seperti tanah, langit, gunung, bumi, mentari dan rembulan? Dialah Allah yang Maha Kuasa lagi Maha Mengetahui.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah...

 Hikmah Kedua: Gempa Bumi Merupakan Peringatan Dari Allah

 Selain menjadi tanda-tanda kekuasaan Allah, gempa bumi juga merupakan peringatan kepada hamba-hamba-Nya agar mereka takut dan tunduk patuh kepada-Nya. Allah berfirman:

وَمَا مَنَعَنَآ أَن نُّرۡسِلَ بِٱلۡأٓيَٰتِ إِلَّآ أَن كَذَّبَ بِهَا ٱلۡأَوَّلُونَۚ وَءَاتَيۡنَا ثَمُودَ ٱلنَّاقَةَ مُبۡصِرَةٗ فَظَلَمُواْ بِهَاۚ وَمَا نُرۡسِلُ بِٱلۡأٓيَٰتِ إِلَّا تَخۡوِيفٗا 


Terjemahnya: “Dan tidak ada yang menghalangi Kami (Allah) untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda kekuasaan Kami, melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum Samud unta betina (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiayanya. Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.” (QS. al-Isra ayat 59)

Di dalam surah Fussilat ayat 53 Allah juga berfirman:

سَنُرِيهِمۡ ءَايَٰتِنَا فِي ٱلۡأٓفَاقِ وَفِيٓ أَنفُسِهِمۡ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّۗ أَوَ لَمۡ يَكۡفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدٌ

Terjemahnya: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Fussilat ayat 53)

Jamaah sekalian, seluruh ayat-ayat kebesaran Allah di segenap penjuru alam semesta ini sejatinya merupakan peringatan dari Allah sebagaimana ayat-ayat Al-Quran juga berisi peringatan dari-Nya. Maka guncangnya bumi di sebagian belahan dunia adalah peringatan kepada umat manusia agar mereka menjadi saksi akan tegaknya hujjah atas diri mereka sendiri melalui ayat- ayat tersebut.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah... Hikmah Ketiga: Gempa Bumi Sebagai Musibah

Fenomena gempa bumi dan seluruh kejadian alam yang menimpa umat manusia, dalam kacamata pandangan mereka tentu saja dianggap sebagai musibah atas mereka. Bagaimana tidak, sedikit saja bumi ini berguncang maka itu sudah cukup untuk meluluhlantakkan segala sesuatu yang ada di atasnya. Bangunan pencakar langit rubuh dalam seketika yang menyebabkan meninggalnya ratusan bahkan mungkin ribuan umat manusia. Belum lagi jika guncangan itu


menimbulkan retakan di dasar lautan yang akhirnya mengundang hadirnya bencana tsunami sebagaimana masih segar dalam ingatan pahit kita atas apa yang menimpa saudara-saudara kita di beberapa daerah dahulu.

Namun perlu dicamkan jamaah sekalian, bahwa musibah yang menimpa kita hakikatnya disebabkan oleh ulah tangan kita sendiri, baik sebagai pelaku pengrusakan di muka bumi ini ataupun karena kita enggan melarang mereka yang merusak dan justru diam dengan seribu Bahasa. Allah ta’ala berfirman

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٖ فَبِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِيكُمۡ وَيَعۡفُواْ عَن كَثِيرٖ 

Terjemahnya: “Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kasalahan- kesalahanmu.” (QS. al-Syura ayat 30)

Perlu diingat jamaah sekalian bahwa Allah ‘azza wa jalla telah pernah memberikan azab gempa bumi dan berbagai fenomena alam yang sangat dahsyat kepada umat terdahulu seperti kaum Syuaib, Qorun, kaum Nuh, Tsamud dan yang lainnya. Allah ta’ala berfirman:

فَكُلًّا أَخَذۡنَا بِذَنۢبِهِۦۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِ حَاصِبٗا وَمِنۡهُم مَّنۡ أَخَذَتۡهُ ٱلصَّيۡحَةُ وَمِنۡهُم مَّنۡ خَسَفۡنَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ وَمِنۡهُم مَّنۡ أَغۡرَقۡنَاۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظۡلِمَهُمۡ وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ 

Terjemahnya: “Maka masing-masing mereka itu Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. al-Ankabut ayat 40)

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah...

 Hikmah Keempat: Gempa Bumi Sebagai Tanda Hari Kiamat

Gempa bumi sebagai peringatan dari Allah juga hendaknya diresapi sebagai salah satu tanda tegaknya hari kiamat kelak. Bukankah Allah ta’ala telah menggambarkan hari kiamat dalam


banyak ayat Al-Quran, salah satunya dengan peristiwa gempa bumi yang amat dahsyat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمۡۚ إِنَّ زَلۡزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَيۡءٌ عَظِيمٞ (1) يَوۡمَ تَرَوۡنَهَا تَذۡهَلُ كُلُّ مُرۡضِعَةٍ عَمَّآ أَرۡضَعَتۡ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمۡلٍ حَمۡلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٞ (2)

Terjemahnya: “Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh goncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat dahsyat. Ingatlah pada hari ketika kamu melihat guncangan itu, semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras/” (QS. al-Hajj ayat 1-2)

Jamaah sekalian, demikian dahsyatnya guncangan hari kiamat itu, sehingga seluruh manusia akan lupa dan lalai dengan seluruh urusannya. Mereka terombang ambing ke seluruh arah, dan tak satupun yang dapat tetap tegak dengan dahsyatnya guncangan hari kiamat. Lalu bagaimana lagi apabila Allah ta’ala memerintahkan kepada bumi untuk memuntahkan seluruh isi yang dikandungnya selama ribuan tahun. Dengarkan dengan seksama firman Allah berikut:

إِذَا زُلۡزِلَتِ ٱلۡأَرۡضُ زِلۡزَالَهَا وَأَخۡرَجَتِ ٱلۡأَرۡضُ أَثۡقَالَهَا وَقَالَ ٱلۡإِنسَٰنُ مَا لَهَا يَوۡمَئِذٖ تُحَدِّثُ أَخۡبَارَهَا بِأَنَّ رَبَّكَ أَوۡحَىٰ لَهَا 

Terjemahnya: “Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan mengeluarkan isi perutnya, dan manusia bertanya ‘apa yang terjadi dengan bumi?’ pada hari itu bumi menyampaikan berita tentang apa yang diperbuat oleh manusia di atasnya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan demikian kepadanya.” (QS. al-Zalzalah 1-5)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda dalam hadis sahih riwayat Bukhari: “Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah ilmu diangkat, banyak terjadi gempa, waktu terasa pendek, timbul berbagai macam fitnah, banyaknya pembunuhan dan harta melimpah ruah kepada kalian.”


Jamaah sekalian, dari sekian hikmah peristiwa gempa bumi ini, maka dapat dipahami bahwa seluruh hikmah tersebut bermuara kepada lahirnya kesadaran untuk segera berbenah diri dalam kehidupan kita. Bagi mereka yang masih saja bergelimang dengan dosa dan kemaksiatan, maka berhentilah segera agar dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya sebelum kematian datang menjemput dalam keadaan yang tidak pernah terduga. Dan bagi mereka yang     telah mulai berbenah dengan menata iman dan amal salihnya, maka jangan berkecil hati dengan musibah gempa bumi yang menimpa anda, karena Allah ta’ala tidak akan menyia-nyiakan hamba- hamba-Nya yang beriman dan beramal salih.

Di dalam sebuah hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bercerita tentang kehidupan seorang mukmin berhadapan dengan musibah-musibah dalam kehidupannya.

مَثَلُ المُؤْمِنِ كَمَثَلِ الخَامَةِ مِنَ الزَّرْعِ، مِنْ حَيْثُ أَتَتْهَا الرِّيحُ كَفَأَتْهَا، فَإِذَا اعْتَدَلَتْ تَكَفَّأُ بِالْبَلاَءِ، وَالفَاجِرُ كَالأَرْزَةِ، صَمَّاءَ مُعْتَدِلَةً، حَتَّى يَقْصِمَهَا اللَّهُ إِذَا شَاءَ

Artinya: Perumpamaan seorang mukmin seperti tanaman yang diterpa angin ke kanan dan ke kiri, senantiasa mengalami cobaan. Sedangkan permisalan orang munafik dan kafir seperti pohon aras yang tegak dan kokoh tak pernah digoyangkan angin hingga Allah membinasakannya jika Dia berkehendak.” (Muttafaq ‘Alaihi)

Ujian dan cobaan yang menimpa tersebut bermacam-macam bentuknya, dan siapapun akan menerimanya sebagai bagian dari sunnatullah. Namun hadis di atas memberikan pelajaran penting bahwa ujian yang datang dari Allah sangat bergantung pada keadaan setiap manusia. Keadaan mereka yang akan menjadi barometer jenis dan tingkat kesulitan ujian dari Allah Ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يُبْتَلَى الْعَبْدُ عَلَى قَدْرِ دِينِهِ، ذَاكَ فَإِنْ كَانَ صُلْبَ الدِّينِ ابْتُلِيَ عَلَى قَدْرِ ذَاكَ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى قَدْرِ ذَاكَ.

Artinya: “Seseorang akan diuji berdasarkan keimanannya. Jika imannya kuat, maka ia akan diuji sebatas kekuatan imannya. Dan jika imannya lemah, maka ia akan diuji pula sekadar imannya.” (HR. Tirmidzi).


Pelajaran lainnya bahwa seorang mukmin akan senantiasa dilanda ujian dan cobaan ibarat sebuah tanaman yang tak henti diterpa angin ke kanan dan ke kiri. Sebaliknya, seorang munafik atau kafir takkan mengalami hal yang sama. Namun, sekali ia tertimpa bala bencana, maka hal itu dapat menjadi sebab kebinasaannya jika Allah berkehendak.

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah...

 Ujian yang terus melanda seorang mukmin sejatinya adalah bagian dari bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang beriman. Hanya saja, Dia tak menyingkap tabir hikmah cobaan-cobaan tersebut, melainkan untuk melihat siapa di antara mereka yang memilih untuk bersabar dengannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُشَاكُ شَوْكَةً، فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا كُتِبَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ.

Artinya: “Tak ada sesuatupun yang menimpa seorang mukmin sampai duri yang menusuknya melainkan Allah akan mencatatkan baginya ganjaran pahala atau menghapuskan dosanya.” (HR. Muslim)

Bahkan dalam lanjutan hadis riwayat Ahmad sebelumnya menyebutkan: “Dan seorang hamba senantiasa tertimpa musibah dan cobaan sampai ia berjalan di muka bumi tanpa menanggung satupun dosa kepada-Nya”. Lebih dari itu, kebaikan mana lagi yang lebih mulia dibandingkan berdiri di hadapan pintu rahmat Allah memohon karunia dan belas kasih-Nya? Menampakkan penghambaan yang totalitas dan rasa butuh kita terhadap pertolonganNya, menundukkan seluruh ego dan kecongkakan serta menyobek semua topeng keduniaan yang selama ini kita kenakan, bahwa sejujurnya kita adalah makhluk yang hina lemah tak berdaya kekuatan. Sedangkan Dia Allah satu-satunya Dzat yang Maha Pengasih lagi Penyayang, Maha Kaya yang tak membutuhkan apapun, Maha Kuat yang berkuasa atas segala sesuatu, Maha Berkehendak atas apapun.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِمَا مِنَ العِلْمِ وَالْحِكْمَةِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ

أيها الناس رحمكم الله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللِه فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ


Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah

Sadarilah, bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikan karunia yang sangat banyak kepada kita semua. Salah satu di antaranya yang banyak kita lalaikan bahkan tidak kita sadari adalah nikmat keberadaan gunung-gunung di sekitar kita, yang dengannya Allah ‘azza wa jalla menjaga bumi ini agar tidak berguncang. Allah ta’ala berfirman:

وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

Terjemahnya: “Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh agar dia tidak goncang bersama mereka, dan Kami jadikan pula di sana jalan-jalan yang luas agar mereka mendapat petunjuk.” (QS. al-Anbiya 31)

Olehnya, di atas pundak kita tersimpan kewajiban untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat penjagaan-Nya terhadap bumi yang kita pijak ini, sekaligus menjadi tanggung jawab atas kita semua untuk menjaga dan melestarikan bumi Allah yang merupakan bagian dari tugas umat manusia sebagai khalifatan fil ardi (pemimpin di atas bumi ini).

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa teguh diatas ketaatan, tegar menghadapi segala ujian, dan istiqamah dalam keimanan hingga akhir hayat, Aamiin...

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤىِٕكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ المُسْلِمِيْنَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Download PDF-nya di https://bit.ly/TazkirahMusibahGempa

Baca Juga