Sambut Dzulhijjah, MWD Makassar Ajak Muslimah Teladani Keteguhan Keluarga Ibrahim

Muslimah
Abu Uwais
13 Jul 2021
Sambut Dzulhijjah, MWD Makassar Ajak Muslimah Teladani Keteguhan Keluarga Ibrahim

Dzulhijjah adalah salah satu bulan haram yang memiliki keutamaan begitu besar. Beberapa ibadah khusus sangat dianjurkan pada bulan ini sebagai salah satu sarana untuk memperbanyak bekal amal saleh. Walaupun bulan ini hadir setiap tahunnya namun sangat penting untuk senantiasa mengingatkan masyarakat muslim akan keutamaannya. Untuk itulah, Muslimah Wahdah Islamiyah Makassar mengadakan kegiatan Semarak Dzulhijjah, Ahad (11/07/2021) secara daring melalui aplikasi zoom meeting.


Mengangkat tema "Napak Tilas Keteguhan Keluarga Nabi Ibrahim", kegiatan ini dihadiri oleh ratusan muslimah dari Makassar dan luar Makassar. Walau sempat terkendala dengan jaringan namun kegiatan ini tetap berjalan dengan lancar hingga selesai.


Ketua Unit Dakwah Muslimah Wahdah Islamiyah Makassar, Ustadzah Rosida Anas, S.S, S.Pd, M.Hum menyatakan bahwa kegiatan ini selain sebagai bentuk syiar Islam dan membina ukhuwah, juga sebagai sarana membekali muslimah dengan ilmu syar'i. "Kegiatan syiar seperti ini tak boleh berhenti, apalagi saat pandemi seperti ini, para muslimah kita butuh untuk dikuatkan dan diberi bekal agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah." Ungkapnya kala ditemui di kantor Muslimah Wahdah Makassar, Jl.Antang Raya.


Hadir sebagai pemateri, Ustadzah Armida Abdurrahman, Lc, selain mengulas tentang keutamaan bulan Dzulhijjah, ustadzah alumni LIPIA Jakarta ini juga  menceritakan kisah keteladanan dari Nabi Ibrahim, yang karena ketaatan kepada Allah meninggal istri dan anak tercinta di lembah Mekkah yang gersang, tandus, tak berpenghuni, tanpa air dan tanam-tanaman. Beberapa diantara hikmah dan pelajaran dari Kisah Nabi Ibrahim adalah memiliki keteguhan dan kesabaran yang kuat, memiliki tanggung jawab keluarga yang besar serta senantiasa berprasangka baik kepada Allah subhanahu wata'ala. Walaupun Nabi Ibrahim meninggalkan keluarganya, ia senantiasa mengunjunginya hingga turun perintah penyembelihan anaknya, Nabi Ismail. Ketundukan Nabi Ismail untuk disembelih juga menunjukkan didikan keluarga yang kuat, teguh melaksanakan perintah Allah subhanahu wata'ala. Keteguhan istri Siti Hajar juga berbuah munculnya mata air zamzam yang hingga saat ini masih terus mengalir.


Kegiatan ini dirangkaikan juga dengan sosialisasi Tebar Qurban Nusantara yang diadakan oleh Unit Sosial Muslimah Wahdah Makassar. Alhamdulillah hingga 1 Dzulhijjah tercatat 25 ekor sapi dan 7 ekor kambing akan dikurbankan dan didistribusikan kepada masyarakat di 15 kecamatan se-Kota Makassar. Jumlah ini insya Allah masih akan terus bertambah hingga hari pelaksanaan Tebar Qurban.


Ustadzah Mulida Wahid, S.Pi dalam sambutannya menyatakan harapannya agar materi yang didapatkan dalam diaplikasikan di 10 hari awal Dzulhijjah. Selain itu juga semoga bisa berpartisipasi dalam kegiatan Tebar Qurban.