Aku Orang yang Tuli Seperti Ayahku

Hikmah dan Kisah
Admin WIM
18 Oct 2017
Aku Orang yang Tuli Seperti Ayahku

Setiap hari… Dia selalu mengendarai mobil mewahnya sendiri..

Dan sudah menjadi kewajibanku untuk menyapanya…

Karena dia adalah majikanku… namun seperti biasa dia tidak pernah membalas sapaanku…

Suatu hari… dia melihatku sedang memunguti kantongan berisi sisa-sisa makanan.. dan lagi-lagi seperti kebiasaannya… dia tidak melihatku..dan seakan-akan dia tidak melihat apa-apa…

Dihari berikutnya… aku mendapati sebuah kantongan ditempat yang sama..akan tetapi kantongan itu berisi makanan yang tersusun rapi seakan makanan itu baru saja dibeli dari sebuah toko… akupun tidak peduli..aku mengambilnya dengan senang hati… dan bahkan dihari-hari berikutnya aku mendapati kantongan serupa yang penuh dengan buah, sayuran, dan kebutuhan-kebutuhan rumah lainnya.

Aku selalu mendapatkannya dan bahkan aku mulai terbiasa dan rutin mengambilnya..aku ,istri dan anakku memakan makanan dari orang yang melupakan kantongan-kantongan itu setiap harinya..!!!

Suatu waktu… aku mendengar suara tangisan dan teriakan dari gedung tampatku bekerja.. aku kemudian tahu kalau majikanku telah meninggal dunia… banyak yang datang melayat di hari itu… dan aku merugi karena orang yang sering lupa mengambil kantongannya dihari itu tidak meninggalkan kantongannya seperti biasa atau salah satu dari pelayat yang datang mendahuluiku mengambilnya..!!! di hari berikutnya bahkan… aku tidak lagi mendapatkan kantongan seperti yang biasa aku dapatkan.. begitu seterusnya.. hari berlalu dan aku tidak pernah lagi mendapat kantongan-kantongan itu… dan itu kemudian menyebabkan aku merasa kekurangan…

Maka saat itu.. aku memutuskan meminta tambahan gaji dari istri majikanku yang telah meninggal dunia… atau aku akan mencari pekerjaan lain…

Saat aku menyampaikan keinginan ku agar gajiku ditambah… dia keheranan dan berkata : “engkau sudah bekerja sangat lama kepada kami bahkan sudah lebih 2 tahunan… bagaimana gajimu selama ini bisa mencukupimu ? “ .. aku berusaha menjelaskan namun aku tidak mendapati alasan yang meyakinkan sampai akhirnya aku meberitahunya perihal kantongan itu..

Dia kembali bertanyab : “ kapan engkau tidak mendapat kantongan itu lagi ? “ aku jawab : sepeninggal bapak majikan …!! Disini barulah kemudian aku menyadari sesuatu.. kenapa aku tidak lagi mendapati kantongan itu langsung disaat majikanku telah meninggal dunia..apa majikankulah pemilik kantongan itu ..aku lalu mengingat bagaimana beliau bermuamalah.. aku tidak pernah melihat hal buruk darinya.. kecuali dia tidak pernah menjawab salam.. Istri majikanku saat itu mulai sesenggukan menangis.. dengan penuh kesedihan.. dia memenuhi permintaanku..

Dan bahkan kantongan-kantongan seperti yang dulu kami dapatkan juga sekarang kami dapatkan hanya saja sekarang kantongan itu diantarkan langsung oleh anak majikanku… saat menerimanya akupun berterimakasih … tapi anaknya tidak menjawabku.. !!! aku kemudian kembali mengucapkan terimakasih namun dengan mengeraskan suaraku..dia pun menjawabnya seraya berkata :

“ jangan memberi penilaian buruk kepadaku….AKU ORANG YANG TULI SEPERTI AYAHKU ….”
******
Betapa terkadang kita berprasangka buruk pada seseorang tanpa kita sadari…

(diterjemahkan dari kisah berbahasa arab .. dari akun FB : Al-sahreef Naif)

Sumber : FB Ustadz Muttaqin Rusli