Ramadhan Bulan Berlimpah Amal Ibadah

Ta'lim
Super Admin
12 Apr 2019
Ramadhan Bulan Berlimpah Amal Ibadah

(Fadilah Taklim bersama Syaikh Abdullah az-Zaidani)

- Bagian Pertama -

Bulan Sya'ban telah di tengah-tengah kita dan Ramadhan sudah di depan mata. Bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh kemuliaan, bulan yang Allah Subhanahu Wata’ala pilih sebagai penghulu dari 12 bulan di sisi-Nya. Bulan Ramadhan pula merupakan bulan yang di dalamnya terkumpul banyak ibadah yang menjadi jalan menumbuhkan ketakwaan pada diri hamba-hambaNya.

Bulan yang Allah Subhanahu Wata’ala jadikan hati setiap insan rindu padanya. Bahkan para ulama dahulu berdoa 6 bulan lamanya setelah Ramadhan agar amalan ibadah mereka selama Ramadhan diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala dan mereka berdoa 6 bulan sebelumnya agar dapat diperjumpakan dengannya. Sebagian pula berdoa dengan doa yang mahsyur di masyarakat, “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.”

Tentu untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan, perlu bagi kita untuk mengetahui amalan-amalan utama yang bernilai pahala besar di sisi Allah Subhanahu Wata’ala pada bulan yang diberkahi ini.

Berikut amalah ibadah di bulan Ramadhan:

1.Berpuasa Sebulan Penuh

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam Alquran berkaitan perintah puasa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.  (QS. Al Baqarah: 183)

Ayat ini merupakan dalil tentang kewajiban berpuasa bagi seorang muslim. Sebagaimana pula disebutkan dalam hadits, ketika Jibril datang bertanya kepada Rasulullah tentang Islam, maka beliau menjawab:

الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ

“…Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan salat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan…” (HR. Muslim)

Isi hadits tersebut kemudian lebih dikenal dengan 5 rukun islam.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang lain,

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ

Dari Abu Abdirrahman, Abdullah bin Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhuma berkata, saya mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Islam dibangun atas lima perkara, bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke baitullah, dan berpuasa di bulan ramadhan.” (HR. Muslim & Tirmidzi)

Keutamaan berpuasa bagi manusia disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadits Qudsi, beliau bersabda bahwa Allah berfirman:

كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به

“Setiap amalan manusia adalah untuknya, kecuali puasa, sebab ia hanyalah untukKu dan Akulah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung. (HR. Bukhari)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa atas dasar iman dan mengharapkan pahala dari Allah Subhanahu Wata’ala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muttafaqun Alaih)

Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan karena keimanan pada diri mereka, maka akan mendapatkan ampunan dosa-dosanya (yang kecil) oleh Allah Subhanahu Wata’ala, selama meninggalkan dosa besar.

2.Shalat Lail Berjamaah

Shalat lial (malam) sendiri merupakan sebuah amalan mulia yang bahkan menjadi kewajiban khusus bagi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan menjadi sunnah bagi umatnya.

Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa menunaikan shalat malam Ramadhan (tarawih) karena iman dan mengharap keridhaan Allah, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)

Shalat lail di luar bulan Ramadhan dikerjakan secara sendiri-sendiri dan berjamaah pada kondisi-kondisi tertentu. Namun pada bulan Ramadhan, shalat lail lebih afdhal dikerjakan secara berjamaah sebulan penuh. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan dalam haditsnya:

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang shalat tarawih bersama imam hingga selesai, maka ditulis baginya (pahala) shalat semalam suntuk.” (HR. Ahmad)

Orang yang melaksanakan shalat malam bersama imam hingga selesai, maka seakan-akan dia telah shalat semalaman tanpa berhenti dan dicatat baginya pahala shalat semalam suntuk. Dimana di hari-hari biasa di luar bulan Ramadhan tidak ada keutamaan seperti ini.

3.Memperbanyak membaca Alquran

Ramadhan biasa juga disebut sebagai syahrul Quran. Berdasarkan firman Allah Subhanahu Wata’ala:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)... QS. Al Baqarah: 185

Bahkan para Imam terdahulu meninggalkan majelis-majelis untuk memfokuskan diri pada Alquran. Contohnya Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah, menutup kajian-kajian hadits yang beliau bina untuk fokus pada Alquran di bulan Ramadhan.

Bersambung....

Editor:
-----------
 ustadz Muhammad Istiqomah, Lc.