Pentingnya Tarbiyah Bagi Perempuan

Muslimah
Super Admin
16 Dec 2018
Pentingnya Tarbiyah Bagi Perempuan

Tarbiyah adalah aktivitas yang berorientasi kepada perubahan, yaitu menuju perbaikan yang disertai dengan penahapan dalam langkah. Dr. Ali Abdul Halim Mahmud mengemukakan, “Tarbiyah adalah cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia, baik secara langsung atau tidak langsung, untuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik.” Tarbiyah menawarkan silabus yang membuat peserta didik berada dalam suasana kesungguhan, bukan semata hiburan. Tarbiyah membawa masyarakat berada dalam suasana kedisiplinan dalam melakukan penjagaan diri, bukan semata-mata bentuk “mengisi waktu luang”.  Dengan proses tarbiyah itulah, sentuhan pembinaan keislaman akan bersifat sangat personal, ada perhatian, ada pengarahan, ada optimalisasi potensi diri, ada evaluasi atas proses dan hasil. Keseluruhan perangkat dalam tarbiyah akan mengantarkan seseorang berada dalam suasana keterjagaan, saling memberikan pengaruh positif dan menguatkan dalam berbagai potensi kebaikan. Seyogyanya hakikat manusia adalah seorang da’i. Seorang manusia sebelum mengambil profesi pada umumnya seperti dokter, pilot, guru dan sebagainya – tugas yang utama adalah menjadi seorang dai atau penyampai kebaikan.

Disebutkan dalam sebuah hadist :

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” [HR Al-Bukhari 3/1275 no 3274]

            Keniscayaan bagi seorang perempuan yang tidak akan dapat tergantikan adalah menjadi seorang ibu. Bukan hanya tentang hamil, melahirkan, dan menyusui. Lebih dari itu, di tangan ibu lah anak-anak mendapatkan nilai-nilai pendidikan pertama kali. Bukan dari tangan yang lain, bahkan ayah dari anak-anak tersebut. Perempuan adalah madrasah pertama (al-madrasatul al-ula) bagi setiap anak yang lahir dari lembaga keluarga. Ia lah yang akan mendidik anak-anak bangsa agar kelak berprestasi dalam segala bidang untuk kemajuan dan mengharumkan nama bangsa. Ibu adalah peletak dasar peradaban. Ibu yang cerdas akan mewariskan generasi cerdas. Ini terkait erat dengan proses belajar. Manusia dikatakan unggul apabila senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilannya. Itulah mengapa tarbiyah sangat penting bagi seorang perempuan.

            Pada fase 0-5 tahun yang oleh para pakar parenting disebut golden age, peran seorang ibu teramat urgen. Dekapan, sentuhan, dan pola asuh seorang ibu merupakan fitrah di mana bakal berimbas pada tumbuh kembang seorang anak hingga membekas di usia dewasa kelak. Karena itu, kiprah ibu dalam konteks domestik di samping berderajat mulia, juga menibakan pesan bahwa para kaum hawa memegang posisi kunci dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang hebat. Ada berbagai jenis media yang mampu kita gunakan untuk memahamkan jati diri kita sebagai seorang perempuan yang padanya amanah peradaban tersematkan, salah satunya melalui ‘Tarbiyah’. Bahwa perempuan adalah keistimewaan dalam hidup, bahkan agama.  Sebab perempuan adalah sumber peradaban. Guru terbaik generasi terhebat. Anak-anak kita nanti tentu ingin dilahirkan dari rahim seorang perempuan yang cerdas. Perempuan yang terbalut pada adab kemuliaan, kepribadian menawan, aqidah yang bersih, ibadah yang benar, akhlak yang mulia, fisik yang kuat, intelek dalam berpikir, berjuang melawan hawa nafsu, pandai menjaga waktu, teratur dalam urusan, mandiri, bermanfaat bagi orang lain, tercerahkan oleh ilmu, termanivestasi pada amal, tak cukup dengan kecerdasan akal, tak puas dengan kecantikan paras. Bahwa perempuan adalah tiang negara, pendidik, pengajar, madrasah pertama, aktivis pergerakan, dan juru dakwah, tak ada yang mampu apalagi mau, menjadi pemeran pengganti dalam setiap lakon perempuan.  

            Berilmu merupakan satu kondisi yang wajib, Seorang perempuan ketika berumah tangga dia memerlukan pengetahuan dalam menjalani kehidupannya yang baru sebagai istri dan ibu yang akan menentukan kualitas generasi selanjutnya. Perempuan itu harus tekun menuntut ilmu. Anak-anak mendapatkan pendidikan dasar pertama bukan dari TK atau SD namun dari ibu karena paling banyak berada di rumah. Bagaimana mungkin seorang ibu yang tidak memiliki ilmu bisa melahirkan dan menciptakan generasi yang cerdas? Generasi yang smart, berkepribadian, dan beriman membutuhkan peran ibu yang mampu memberi arah dan tujuan bagi anaknya. Perempuan yang terdidik juga akan lebih mampu mengambil peran ketika anak dalam kesulitan, kurang motivasi, tertekan, atau sedih. Suatu tanggung jawab yang tidak sederhana namun sangat penting dalam mendidik anak. Kita pernah mendengar peribahasa “Di balik pria sukses pasti ada seorang wanita yang hebat”. Hal ini membuktikan pentingnya peran seorang perempuan yang berkualitas untuk mendukung keberhasilan suaminya. Karenanya perempuan muslimah perlu mempersiapkan diri menjadi pelaku perbaikan masyarakat dengan proses Tarbiyah Islamiyah. Fitrah Perempuan harus diberdayakan untuk menjadi salah satu pondasi kehidupan sebagai subyek yang mandiri, memiliki kesadaran aktif dan potensi yang penuh untuk melakukan perbaikan diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

____

Dian Rahmana Putri