MWD Makassar Ajak Puluhan Muslimah Berdakwah Melalui Tulisan

Muslimah
Muhammad Lutfi
07 Nov 2020
MWD Makassar Ajak Puluhan Muslimah Berdakwah Melalui Tulisan

Era digital saat ini mengharuskan semua orang melek akan media. Media saat ini dapat memberikan pengaruh tak hanya sisi negatif, namun juga memberikan hal positif. Sisi positifnya ialah terdapat ruang khususnya muslimah untuk semakin menebarkan kebaikan melalui tulisan. Hal ini yang menjadi latar belakang Unit Infokom Muslimah Wahdah Makassar untuk menghelat kegiatan Kelas Menulis Online, Sabtu (7/11/2020).


Diikuti oleh puluhan muslimah sekolah, kampus dan umum, kegiatan ini mengusung tema “Mengukir Dakwah dengan Pena”. Kelas menulis online ini menghadirkan Fauziah Ramdhani, S.Sos M.Si sebagai pemateri. Dosen STIBA ini selain aktif mengajar, juga merupakan seorang penulis yang telah melahirkan banyak karya seperti Muslimah Bawa Perubahan, Muslimah Antiviral dan menjadi kolumnis di beberapa media lokal di Makassar. Hal ini semakin membuat peserta termotivasi dalam mengikuti kelas online yang diadakan oleh MWD Makassar.


Menulis itu membutuhkan usaha untuk memulainya. Tak hanya sekedar niat tapi butuh action dan terus berlatih. Begitulah dipaparkan  dalam materi. Selain itu bahwa menulis itu adalah sebuah pekerjaan yang nantinya Allah sendiri yang akan menggajinya berupa pahala dan syurga. Kak Zee sapaan akrabnya memberikan pesan kepada peserta. “Menulislah bukan untuk dilihat, tapi untuk dakwah,” ujarnya.


Ketua Unit Infokom MWD Makassar, Fitri Wahyuni, S, Gz Msi mengatakan sangat penting sebagai muslimah yang bergerak di bidang dakwah mengambil peran untuk mengajak orang pada kebaikan melalui tulisan. Kegiatan ini bisa menjadi awal dan tonggak untuk bisa merealisasikan peran kita nantinya.


Ustadzah Sumarni Yahya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Wakil Ketua MWD Makassar ini mengatakan di masa sekarang, seharusnya menjadi pelopor di barisan depan untuk membuat tulisan yang memiliki nilai dakwah bagi orang yang membacanya. “Tulisan kita dari ilmu yang kita dapatkan dari kajian islami, kemudia dipoles sampai orang yang kita harapkan mendapat hidayah,” harapnya.