MUHARRAM, IBRAH DALAM KEPINGAN SEJARAH

Naskah Khutbah
Asdar
21 Jul 2023
MUHARRAM, IBRAH DALAM KEPINGAN SEJARAH

JUMAT, 03 Muharram 1445 H / 21 Juli 2023 M

Oleh : Alif Jumai Rajab, Lc.

Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar

KHUTBAH PERTAMA

 

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُ..

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

أيها الناس رحمكم الله

Jamaah Jumat yang berbahagia yang dimuliakan oleh Allah..

Segala puji kita panjatkan pada Allah atas berbagai macam nikmat yang telah Allah anugerahkan pada kita sekalian. Dari nikmat Kesehatan, waktu luang, terlebih lagi dua nikmat yang besar yang Allah tanamkan di dalam hati kita masing-masing yaitu nikmat iman dan islam.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan dan suri tauladan kita, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada keluarganya, para sahabat, para tabi’in, serta para ulama yang telah memberikan contoh yang baik pada kita.

Jamaah Jumat yang berbahagia...

Saat musim berbuat kebaikan berlalu, pasti akan datang musim kebaikan yang lain. Saat hilang sebuah kesempatan untuk berbuat kebaikan, maka akan Allah gantikan dengan kesempatan lainnya. Sesungguhnya, saat ini kita berada di bulan Muharram yang penuh kemuliaan dan keutamaan. Sebuah kesempatan emas yang datang setelah berlalunya bulan Zulhijah yang juga penuh dengan kemuliaan dan keutamaan juga.

Bulan Muharram ini merupakan bulan yang mulia. Bukanlah bulan sial serta bulan kesedihan sebagaimana yang menjadi anggapan sebagian orang. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan menjelaskan bahwa Muharram termasuk bulan yang mulia dan menisbatkan bulan mulia ini kepada Allah Ta’ala. Sahabat Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Nabi,

سَأَلْتُ النَّبيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ اللَّيْلِ خَيْرٌ، وَأَيُّ الأَشْهُرِ أَفْضَلُ؟ فَقَالَ: خَيْرُ اللَّيْلِ جَوْفُهُ، وَأَفْضَلُ الأَشْهُرِ شَهْرُ اللهِ الَّذِي تَدْعُوْنَهُ الْمُحَرَّمَ

Artinya: “Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Apakah malam yang paling baik dan apakah bulan yang paling  utama?’ Beliau bersabda, ‘Sebaik–baik malam adalah pertengahannya, dan seutama-utamanya bulan adalah bulan Allah yang kalian menamainya dengan Al-Muharram.” (HR. An-Nasai no. 4216 dalam As-Sunan Al-Kubra)

Jamaah Jumat yang berbahagia...

Bulan Muharram selain dengan sisi keutamaannya yang begitu banyak, ternyata sejarah mencatat banyak peristiwa besar yang terjadi terkait dengan bulan Muharram. Dan di antara peristiwa tersebut ialah;

  • Peristiwa penanggalan Hijriah dimulai dengan bulan Muharram.

Peristiwa itu berawal dari surat-surat tak bertanggal yang diterima Abu Musa Al-Asy’ari radhiyahullahu ‘anhu; sebagai gubernur Basrah kala itu, dari khalifah Umar bin Khattab. Abu Musa mengeluhkan surat-surat tersebut kepada Sang Khalifah melalui sepucuk surat,

إِنَّهُ يَأْتِيْنَا مِنْكَ كُتُبٌ لَيْسَ لَهَا تَارِيْخٌ

Artinya: “Telah sampai kepada kami surat-surat dari Anda, tanpa tanggal.”

Karena kejadian inilah kemudian Umar bin Khattab mengajak para sahabat untuk bermusyawarah; menentukan kalender yang nantinya menjadi acuan penanggalan bagi kaum muslimin. Sebagian dari sahabat mengusulkan hari diutusnya nabi sebagai tahun awal hijriah, sebagiannya juga mengusulkan untuk menyesuaikan dengan kalender Romawi dimana awal penanggalannya dimulai pada masa pemerintahan Raja Iskandar (Alexander). Namun kemudian Umar bin Khattab condong kepada usulan Ali bin Abi Thalib untuk memulai dengan tahun awal ketika Nabi berhijrah.

الهِجْرَةُ فَرَّقَتْ بَيْنَ الحَقِّ والْبَاطِلِ فَأَرِّخُوْا بِهَا

Artinya: “Peristiwa Hijrah menjadi pemisah antara yang benar dan yang batil. Jadikanlah ia sebagai patokan penanggalan.”

Hijrah ini menjadi inspirasi besar bagi para sahabat dalam menentukan awal penanggalan Islam sekaligus menunjukkan bahwa sejarah umat ini bermula dari kerja keras dakwah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Syekh Abdul Aziz Al-Tharifi hafizhahullah berkata: Umar bin Khattab radhiyallahu anhu memulai penanggalan dengan peristiwa Hijrah dan bukan dengan kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti yang dilakukan Ahlu Kitab, agar manusia tahu bahwa kita adalah umat pekerja, bukan umat yang hanya heboh dengan waktu dan peristiwa.

Jamaah Jumat yang berbahagia...

  • Peristiwa peperangan Khaibar.

Pada tahun ke-7 Hijriah di bulan Muharram, ketika Nabi shallallahu alaihi wa sallam selesai dari Hudaibiyah serta melakukan gencatan senjata dengan kaum Quraisy, ia kemudian bertolak kembali ke kota Madinah. Lantas Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:

وَعَدَكُمُ ٱللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةً تَأْخُذُونَهَا

Terjemahnya: “Allah menjanjikan kepadamu harta rampasan perang yang banyak yang dapat kamu ambil…” (Q.S. Al-Fath: 20).

Kesempatan gencatan senjata dengan pihak Quraisy inipun akhirnya dimanfaatkan dengan baik oleh Nabi. Ia berangkat bersama 1400 pasukannya menuju Khaibar untuk berjihad melawan kaum Yahudi dan berhasil memenangkannya.

Jamaah Jumat yang berbahagia...

  • Pengiriman surat-surat dakwah kepada Raja-raja Dunia.

Ketika Nabi kembali dari Hudaibiyah di awal-awal bulan Muharram pada tahun 7 Hijriah, Nabi mengutus beberapa sahabat untuk mengirim surat-surat dakwah beliau kepada para raja-raja dunia. Di antaranya;

  • Kepada an-Najasyi raja Habasyah Nabi mengirim surat melalui sahabat ‘Amr bin Umayyah ad-Dhamri.
  • Kepada Muqauqas raja Mesir Nabi mengirim surat melalui sahabat Hatib bin Abi Balthah.
  • Kepada Heraklius raja Romawi Nabi mengirim surat melalui Dihya al-Kalbi.
  • Kepada Kisra penguasa Persia Nabi mengirim surat melalui ‘Abdullah bin Khuzafah al-Sahmi.
  • Kepada Haudzah bin Ali penguasa Yamamah Nabi mengirim surat melalui Sulaith bin ‘Amir.
  • Dan kepada penguasa Balqa’ Nabi mengirim surat melalui sahabat al-Haris bin ‘Umair al-Azdi rodhiallahu anhum.
  • Pernikahan Nabi dengan Ummu Habibah (Ramlah bintu Abu Sufyan) dan Shofiyyah bintu Huyay.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 7 Hijriah di bulan Muharram, ketika Suami Ummu Habibah murtad dan masuk ke agama Nashrani. Nabi kemudian mengirim surat kepada Najasyi melalui sahabat ‘Amr bin Umayyah ad-Dhamri untuk melamarkan Nabi kepada Ummu Habibah sekaligus kabar gembira buat Ummu Habibah dan kebenaran mimpinya bahwa ia dilamar oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Adapun pernikahan Nabi dengan Shofiyyah bintu Huyay yaitu setelah perang Khaibar pada tahun ke-7 bulan Muharram, dan maharnya ialah kebebasan statusnya sebagai budak dari perang Khaibar.

Jamaah Jumat yang berbahagia...

  • Perang Qadisiyah. Peperangan kaum muslimin dengan Persia.

Peperangan ini terjadi di zaman kekhalifaan Umar bin Khattab pada tahun 14 Hijriah di bulan Muharram di bawah pimpinan Sa’ad bin Abi Waqqash. Peperangan ini berlangsung 4 hari dan dimenangkan oleh kaum muslimin.

Inilah peristiwa-peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di bulan Muharram, semoga Allah merahmati kita semua.

بَارَكَ اللَّهُ لِيْ وَلَكُمْ فَي القُرْآنَ العَظِيْمِ, وَنَفَعْنِيْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ, قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُؤْمِنِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ

فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَ وَمَا بَطَنْ، وَحَافِظُوْا عَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ.

Jamaah Jumat yang dirahmati oleh Allah...

Muharram selain bulan yang memiliki sejarah yang besar dalam perkembangan dunia Islam, ternyata ia juga memiliki banyak keutamaan bagi mereka yang memanfaatkan bulan itu dengan sebaik-baiknya. Adapun secara ringkas di antara keutamaannya ialah;

  • Nabi memperbanyak berpuasa pada bulan Muharram. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

أَفْضَلُ الصّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ, شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yaitu Muharram” (HR. Muslim no. 1163)

  • Penekanan Nabi untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

وَصِيَامُ يَومِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: “Dan puasa hari ‘Asyura saya berharap kepada Allah dapat menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim no. 1162)

Beliau juga bersabda:

لَئِنْ بَقَيْتُ أَو لَئِنْ عِشْتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

Artinya: “Sungguh jika aku masih hidup pada tahun depan, maka sungguh aku benar-benar akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim no. 1134)

Demikianlah keutamaan dan sejarah yang pernah terjadi di bulan Muharram semoga Allah memudahkan kita untuk memanfaatkan bulan ini dengan sebaik-baiknya, aamiin...

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
 اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ . وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ،فِي العَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ،يَا سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً  إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا تَقَبَّل مِنَّا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعمَالِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ المُسْلِمِيْنَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَأَعدَاءَكَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


Download PDFnya di https://bit.ly/MuharramIbrahSejarah

Baca Juga