Keutamaan Dua Ayat Terakhir Surah Al Baqarah

Ta'lim
Infokom WIM
29 Dec 2017
Keutamaan Dua Ayat Terakhir Surah Al Baqarah

Bab 43. Keutamaan Surah Al Fatihah dan Keutamaan Dua Ayat Terakhir dari Surah Al-Baqarah.


Hadits 465. Dari Abu Mas'ud Al Badri,  Rasulullah sallallahu alaihi wa salam bersabda : ada dua ayat dari akhir surah Al Baqarah. Siapa yang membacanya di satu malam maka Dia mencukupinya. 

Uqbah bin Amr Al Anshari, dikenal dengan Abu Mas'ud Al Badri. Pendapat yang raji' menyebutkan bahwa beliau bukan 'alumni' perang Badar, akan tetapi beliau disebut Al Badri karena pernah tinggal dalam waktu lama di Badar.

Beliau wafat pada tahun yang sama dengan tahun  wafatnya ali.

Dalam Hadits ini, kalimat fi Lailatin dipahami bahwa tidak ada ketentuan untuk membaca 2 ayat terakhir surah Al Baqarah harus menjelang sebelum tidur, namun pada intinya dibaca pada malam hari.

Dijelaskan oleh para ulama bahwa keutamaan membaca 2 ayat terakhir Surah Al Baqarah pada malam hari adalah :

  1.  Mencukupkan seseorang dari shalat lail
  2.  Sama dengan membaca surat tertentudalam Al Qur'an (Al-Baqarah dan Al Kahfi)
  3.  Mencukupi amalan-amalan kita pada malam itu
  4.  Sebagai tameng untuk meenghadapi setan
  5. Menangkal  dari semua musibah dan hal-hal yang membahayakan. 

Dalam surah Al Baqarah ayat 284, Allah Mengatakan yuhasibkum bihillah, itu artinya Allah akan Menghisabnya tetapi belum tentu Allah akan Menghukumnya. Jika Allah Menghisab maka ada dua kemungkinannya, Allah Mengampuninya atau Allah Mengazabnya. 

Beberapa faidah lainnya yang bisa diambil dari tafsiran dua ayat tersebut bahwa: Setiap jiwa akan mendapat pahala sesuai yang dikerjakannya dan suatu dosa belum dicatat hingga dosa tersebut dilakukan. Sedangkan kebaikan meski tidak dapat ia melakukan nya tetapi sudah ada niat dalam hatinya maka baginya pahala. Kesalahan yang ia lalukan tetapi tidak disengaja maka tidak terhitung sebagai dosa.

Dalam dua ayat ini juga terdapat sejumlah doa. Diantaranya yang dijelaskan adalah oleh ulama adalah :

.wa'fuanna adalah permohonan ampunan untuk dosa langsung Kepada Allah

.wagfirlana adalah permohonan ampunan untuk dosa kepada manusia

.warhamna adalah agar tidak lagi mengulangi dosa tersebut dimasa yang akan datang

.fansurna 'alal qaumil kafirin adalah menunjukkan betapa pentingnya memperhatikan keadaan kaum muslimin. Dan untuk meraih kemenangan butuh pengampunan dari Allah.


Resume Ta'lim  Rutin Malam Jum'at di Masjid Darul Hikmah DPP Wahdah Islamiyah, Jl. Antang, Makassar, 19 Rabiul Awal 1439 H / 7 Desember 2017 M

Pembahasan Kitab Allu’lu’ wal Marjan oleh Ustadz Dr. Muhammad Yusran Anshar.