IMAN, FITRAH KESELAMATAN

Naskah Khutbah
Abu Uwais
19 Nov 2021
IMAN, FITRAH KESELAMATAN

Oleh : Dep. Dakwah DPP Wahdah Islamiyah

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

أَمَّا بَعْدُ :

فَياَ عِبَادَ الله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْـمُتَّقُون، قَالَ تَعَالَى

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Jamaah Jum’at yang Allah muliakan.

Jalan keselamatan yang teragung adalah iman kepada Allah, jalan kebahagiaan yang terbaik adalah iman kepada Allah. Iya…itulah fitrah manusia yang telah ada sejak manusia itu terlahir di muka bumi ini, itulah fitrah yang sungguh sangat mulia, itulah fitrah yang sungguh sangat suci, dan itulah fitrah yang Allah tetapkan untuk menjadikan manusia tersebut dapat meniti jalan agama Allah yang sangat mulia dan agung ini, yang sungguh sangat menyedihkan jiwa ketika sebagian manusia berpaling dari fitrah imannya yang Allah telah tanamkan pada dirinya ketika pertama kali Allah meniupkan ruh pada dirinya dimasa peristiwa kejadiannya untuk pertama kalinya. Allah Ta’ala berfirman,

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Ar-Rum : 30).

Jamaah Jum’at yang Allah agungkan.

Bukan hanya fitrah iman yang Allah karuniakan kepada semua manusia sebagai fitrah asal untuk menjadikannya sebagai jalan keselamatan dan jalan kebahagiaan. Namun  fitrah asal ini diperkuat lagi dengan, bahwa semua makhluk Allah yang ada di muka bumi ini dihamparkan dan dibentangkan dihadapan manusia untuk menjadi pemandu fitrah iman tersebut agar tetap berada pada jalan hidayah dan petunjuk-Nya. Perhatikan firman Allah Ta’ala,

الَّذِي أَعْطَىٰ كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهُ ثُمَّ هَدَىٰ

“Allah-lah yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk”. (QS. Taha : 50).

Jamaah Jum’at yang Allah cintai.

Fitrah iman apabila dirusak ataukah dihianati, fitrah iman apabila diingkari ataukah dipalingkan, maka bencana siksa dan bencana keburukan serta kehancuran yang akan menyertai dari pengingkaran fitrah iman tersebut. Mari kita memperhatikan kesudahan dari umat ataukah kaum terdahulu yang berpaling dan ingkar dari fitrah iman yang seharusnya mereka pegang dengan sebaik-baiknya.

Pertama : Umat dari Nabi Nuh Alaihissalam yang berpaling dan ingkar dari fitrah iman kepada Allah, maka kesudahan dari kaum tersebut adalah kehancuran dan kebinasaan dengan cara Allah menenggelamkan mereka. Perhatikan firman Allah Ta’ala,

وَأَغْرَقْنَا الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمًا عَمِينَ

“Dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta mata hatinya”. (QS. Al-A’raf : 64).

Kedua : Umat dari Nabi Hud Alaihissalam yang berpaling dan ingkar dari fitrah iman kepada Allah, maka kesudahan dari kaum tersebut adalah kehancuran dengan cara Allah membinasakan seluruh manusia dari kaum tersebut tanpa menyisakan seorangpun dari mereka. Perhatikan firman Allah Ta’ala,

وَقَطَعْنَا دَابِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۖ وَمَا كَانُوا مُؤْمِنِينَ

“Dan Kami binasakan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman”. (QS. Al-A’raf : 72).

Ketiga : Umat dari Nabi Saleh Alaihissalam yaitu kaum Tsamud yang berpaling dan ingkar dari fitrah iman kepada Allah, maka kesudahan dari kaum tersebut adalah kehancuran dengan cara Allah meruntuhkan rumah-rumah mereka sebagai akibat dari pendustaan iman kepada Allah. Perhatikan firman Allah Ta’ala,

فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةً بِمَا ظَلَمُوا ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

“Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi kaum yang mengetahui”. (QS. An-Naml : 52).

Keempat : Seluruh umat dan kaum yang berpaling dan ingkar dari fitrah iman kepada Allah, maka sungguh akan datang kepada mereka pembalasan dari Allah yang diakibatkan oleh pengingkaran mereka tersebut. Perhatikan firman Allah Ta’ala,

فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا ۖ وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

“Lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman”. (QS. Ar-Rum : 47).

Hadirin yang yang berbahagia.

Demikian 4 contoh kesudahan dari suatu umat yang berpaling dan ingkar dari iman kepada Allah Ta’ala dengan mengganti imannya kepada selain Allah. Semoga contoh dari kehidupan yang buruk pada umat dan bangsa tersebut menjadi pelajaran berharga untuk kita agar menjaga dengan sebaik-baiknya karunia iman, dan senantiasa menjadikannya sebagai jembatan untuk terus dekat kepada sang pemberi iman tersebut yaitu Allah Ta’ala, Amiin Yaa Rabbal Aalamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ


KHUTBAH KEDUA


الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

يَا اَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Jamaah Jum’at yang Allah muliakan.

Segala bentuk keberpalingan dan pengingkaran dari fitrah iman kepada Allah, maka tidak lain dan tidak bukan hal tersebut dikarenakan sikap mereka yang mensifati Allah dengan sifat-sifat kelemahan dan sifat kejahilan pada Dzat Allah. Sungguh, apa yang mereka persangkakan tersebut adalah sebuah kebatilan dan sebuah kedustaan. Allah Ta’ala berfirman,

سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ

“Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu”. (QS. Al-Mu’minun : 91).

Jamaah Jum’at yang Allah cintai.

Kuatkan iman dikondisi zaman yang penuh ujian dan fitnah ini, niscaya anda dan kita semua termasuk orang-orang yang akan selamat dari keburukan dan kebatilan yang datang silih berganti, Amiin Yaa Rabbal Aalamin.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَ ذُنُوْبَ وَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

وَصَلى الله وسَلم عَلَى مُحَمد تسليمًا كَثيْرًا وآخر دَعْوَانَا لله رَب الْعَالَميْنَ