Buah dan Faedah Keimanan (Bagian 1)

Aqidah
Admin WIM
26 Dec 2018
Buah dan Faedah Keimanan (Bagian 1)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’dy telah menyebutkan secara detail dalam kitabnya Taisir al-Latif al-Mannan fi Khulashati Tafsir al-Qur’an tentang buah keimanan dalam bab yang khusus. Beliau mengatakan  "Ketahuilah bahwasanya kebaikan dunia dan akhirat itu berasal dari buah keimanan yang benar, dengan iman yang benar tersebut seorang hamba akan mendapatkan kehidupan yang bahagia dunia dan akhirat, dengannya dia akan selamat dari segala keburukan dan kejahatan, segala kesulitan menjadi ringan, semua permintaan akan didapatkan. Sesungguhnya mengetahui faedah dan buah keimanan adalah tuntutan yang terbesar yang harus diketahui sebagai bekal."

Allah memberikan perumpamaan keimanan yang benar seperti yang terdapat dalam al-Qur’an  (QS Ibrahim: 24-25).

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ. تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

Artinya : Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik (iman) seperti pohon yang baik, akarnya menancap kuat (ke dalam tanah) dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap saat dengan izin Rabbnya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat (QS Ibrahim: 24-25).

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di menjelaskan ayat ini bahwa Allah menganalogikan kalimat iman yang merupakan sebaik-baik kalimat dengan pohon yang merupakan sebaik-baik pohon. Pohon iman mempunyai ciri-ciri mulia seperti akarnya (menancap) kokoh dan kuat (ke dalam tanah), pertumbuhannya berkesinambungan dan buah-buahnya (yang manis) senantiasa ada di setiap waktu dan musim untuk memberikan berbagai macam manfaat dan hasil yang baik bagi pemiliknya maupun orang lain.

Pohon iman ini di hati orang-orang yang beriman berbeda-beda (pertumbuhan dan kesuburannya),  Maka seorang hamba yang mendapatkan taufik dari Allah subhanahu wa Ta’ala akan selalu berusaha mengetahui tentang pohon iman ini, ciri-ciri agungnya, akar dan cabang-cabangnya, serta berusaha untuk merealisasikannya dalam ilmu dan amal. Sesungguhnya bagian kebaikan, keberuntungan dan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi seorang hamba adalah sesuai dengan perhatiannya terhadap (pertumbuhan) pohon iman ini.

Apabila pohon keimanan ini tumbuh dengan akar yang kuat, cabang-cabang yang berkembang, ranting dan batang bertambah banyak, maka tentu kebaikannya akan kembali kepada pemilik keimanan, baik untuk saat ini maupun untuk yang akan datang. Dari sini kita ketahui, semakin kuat keimanan seseorang, maka akan semakin banyak buah yang berhasil dia petik. Sebaliknya, semakin lemah keimanan seseorang maka akan semakin sedikit buah dan faedah yang akan dia dapatkan dari pohon tersebut.


Penulis : Zulfiah Sam, S.Ag., M.Pd.I. (Dosen STIBA Makassar)