Tasyakuran Dirosa! Peserta Terharu Ustadz Rela Mengajar Meski Tak Dibayar

Berita
Admin WIM
31 Oct 2022
Tasyakuran Dirosa! Peserta Terharu Ustadz Rela Mengajar Meski Tak Dibayar

WAHDAHMAKASSAR.OR.ID - Dewan Pengurus Daerah Wahdah Islamiyah Makassar melaksanakan Tasyakuran DIROSA dengan tema “Meraih Kemuliaan dengan Al Qur'an” di Tree Hotel , Ahad (30/10/2022). Dirosa adalah pembelajaran baca Al Qur’an khusus orang dewasa.

Ketua LP3Q Wahdah Makassar, ustadz Abdurrahman, mengingatkan kepada peserta bahwa pembelajaran dengan metode Dirosa tidak boleh berhenti. “Tidak boleh sampai di sini saja. Para peserta semuanya kita menginginkan adanya kelanjutan dari proses program pembelajaran Dirosa, maka sangat diharapkan setiap peserta untuk mencari peserta baru dan dimasukkan dalam kelompok halaqah Dirosa baru. insya Allah bulan November akan ada pembentukan halaqah Dirosa baru di setiap Kecamatan” tuturnya.

Pelaksanaan tasyakuran Dirosa Makassar dihadiri pemerintah kota Makassar yang diwakili oleh kepala bagian kesra bapak H. Moh. Syarief dan bapak Aswar Rasmin, anggota DPRD kota Makassar. Hadir pula ketua DPD Wahdah Islamiyah Makassar, ustadz Gishar Hamka pada kegiatan tasyakuran ini.

Peserta sangat bahagia dikarenakan pembelajaran sangatlah efektif untuk orang-orang di usia jelang 50 tahun ke atas “Alhamdulillah dengan beberapa guru Dirosa yang senantiasa membimbing kami walaupun hujan dan panas bahkan gratis lagi, Alhamdulillah, kami terharu. Sampai saat ini kami mampu membaca Al Qur’an dan kami berharap para ustadz senantiasa membimbing kami walaupun setelah pelaksanaan tasyakuran ini.” ujar seorang peserta.

Ustadz Muh. Hamzah selaku PJ Dirosa Wahdah Makassar menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan kepada para peserta yang telah menyelesaikan proses pembelajaran dengan metode Dirosa dan telah dinyatakan lulus dalam munakasyah (ujian) Dirosa yang dilaksanakan oleh LP3Q DPD Wahdah Islamiyah Makassar.

“Kami berharap warga Makassar semakin sadar atas pentingnya membaca Al Qur’an dengan baik dan benar.” tutup ustadz Hamzah.