JUMAT, 26 Jumadilawal 1448 H / 6 November 2026 M
Oleh Muhammad Ode Wahyu, S.Pd., S.H.
Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar
KHUTBAH PERTAMA
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار
أَيُّهَا النَّاسُ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Dalam satu hadits Qudsi, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad -Shallallahu 'alaihi wasallam- dari Allah -Azza wajalla-, Dia berfirman:
يَاعِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوا
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku dan Akupun jadikan kezhaliman itu diantara kalian sebagai sesuatu yang haram. Maka janganlah kalian saling menzhalimi." (HR. Muslim).
Pada hadits Qudsi ini, Allah -Ta'ala- melarang setiap hambaNya untuk berbuat zalim, kepada siapapun, bahkan terhadap diri sendiri. Kezaliman adalah dosa besar yang memiliki siksa yang amat pedih pada hari kiamat kelak.
Kezaliman hakikatnya adalah kegelapan. Karenanya manusia tidak akan mampu melihat kebenaran yang ada di hadapannya jika keinginan untuk berbuat zalim telah menguasai dirinya. Oleh karena itu, balasan untuk orang-orang yang zalim pada hari kiamat adalah kegelapan pula.
Rasulullah -Shalallahu 'alaihi wasallam- bersabda:
اتَّقُوا الظُّلمَ ؛ فإنَّ الظُّلمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ
"Takutlah kalian pada perbuatan zalim, karena kezaliman adalah kegelapan-kegelapan pada hari kiamat." (HR. Muslim).
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Kezaliman merupakan perkara yang haram, Islam tidak membenarkan kezaliman kepada siapapun. Pangkat dan jabatan bahkan nasab tidak menjadi sebab seseorang berbuat zalim.
Rasulullah -Shalallahu 'alaihi wasallam- bersabda:
لَوْ أَنَّ فاطِمةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَت لَقَطَعتُ يَدَهَا
"Sekiranya Fathimah bin Muhammad mencuri, niscaya aku akan potong tangannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini, selain menunjukkan bahwa Islam tidak pandang bulu dalam penegakkan hukum, ia juga menunjukkan bahwa orang yang merupakan keturunan Rasul pun dilarang berbuat zalim. Tidak ada beda, semua sama di hadapan Allah -Azza wajalla-.
Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, kepada manusia yang nasabnya tersambung dengan orang-orang saleh, kepada mereka yang diamanahi jabatan, kepada orang-orang yang diberikan amanah, dan pada siapapun mereka, jangan berbuat zalim.
Jangan jadikan pangkat dan jabatan, sebagai sarana untuk berlaku zalim pada manusia.
Seorang guru, hendaklah berlaku baik pada muridnya. Seorang pembina pesantren, hendaknya benar-benar menjadi teladan bagi santri-santrinya. Jangan berlaku zalim kepada para murid dan para santri.
Seorang atasan, hendaklah ia berbuat adil pada karyawan-karyawannya. Janganlah ia bersikap zalim pada mereka, merubah akad kerja secara sepihak, menunjukkan sikap arogansi pada mereka dan perbuatan zalim lainnya.
Seorang polisi yang bertugas mengayomi masyarakat, maka ayomilah mereka. Jangan jadikan jabatan dan kekuatan yang dimilik dipakai untuk menghardik dan menzalimi masyarakat. Ingat, pekerjaan yang saat ini kita banggakan itu, yang kita anggap sebagai wibawa yang tinggi tatkala memakai pakaian seragam dinas, tidak akan mampu menahan malaikat Allah untuk menyiksa kita jika kita berlaku zalim.
Seorang yang diberikan amanah untuk mengurusi urusan masyarakat, laksanakan amanah itu dengan baik. Jangan berbuat zalim dengan mengambil hak-hak manusia. Ingat, tingginya kedudukan kita saat ini di mata manusia, kuatnya orang-orang yang membersamai kita dalam berbuat zalim saat mengambil hak-hak masyarakat, tidak akan mampu menahan dahsyatnya murka Allah.
Kisah matinya Fir'aun hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua. Betapa ia memiliki kekuasaan dan pasukan yang amat besar namun tak mampu menolongnya dari air laut merah yang menenggelamkannya, ketika Allah telah murka padanya.
Kita semua hanyalah makhluk-makhkuk Allah yang lemah, yang tidak memiliki daya dan kekuatan kecuali dari Allah -Subhanahu wata'ala-.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Hendaklah seorang yang beriman akan adanya hari pembalasan, tidak menganggap remeh satu kezaliman yang ia lakukan. Dalam satu hadits, Nabi -Shallallahu 'alaihi wasallam- bersabda:
إنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لَا يَرَى بِهَا بَأْسًا، يَهْوِي بِهَا سَبْعِينَ خَرِيفًا
"Sesungguhnya ada seorang manusia yang berbicara dengan satu kata, ia tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya, namun ternyata ia masuk ke dalam neraka yang jaraknya 70 tahun perjalanan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini memperingatkan kita betapa bahayanya satu kezaliman. Satu kata saja yang terucap dari lisan, namun itu menyakiti dan menzalimi orang lain, balasannya pada hari kiamat semengerikan itu. Maka bagaimana dengan kezaliman yang lebih besar darinya?
Maka saat ini, mumpung Allah masih memberi kita umur, hendaklah kita muhasabah, mengingat-ingat siapa diantara manusia yang pernah kita zalimi. Lamanya perbuatan zalim pada seorang manusia yang mungkin telah kita lupakan, itu tidak berarti telah mendapatkan ampunan dari Allah -Ta'ala-. Justru, ia dapat menjadi dosa yang membinasakan pada hari kiamat, wal'iyadzubillah.
Allah -Ta'ala- berfirman:
يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Terjemahannya: "Pada hari itu mereka semuanya dibangkitkan Allah, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah menghitung amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya." (QS. Al-Mujadalah: 6).
Allah -Ta'ala- juga berfirman:
وَلا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الأبْصَارُ
Terjemahannya: "Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada hari itu mata (mereka) terbelalak." (QS. Ibrahim: 42).
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Zaman ini adalah zaman dengan tingkat kejahatan yang sangat tinggi. Hendaklah kita sama-sama berupaya untuk melakukan edukasi terhadap masyarakat untuk mengurangi tingkat kejahatan itu. Karena kejahatan apapun itu, ia adalah kezaliman.
Orang tua memiliki perang penting dalam edukasi itu. Hal ini bukan hanya tugas para guru di sekolah atau para ustadz di pondok pesantren, tapi tugas semua kita. Dan, orang tua memiliki peran sangat besar dalam hal ini.
Beberapa tahun lalu, ada seorang alumni pondok pesantren yang dititip oleh orang tuanya di salah satu pondok pesantren. Pada malam hari, ada anggota polisi yang berpatroli di sekitar pondok pesantren tersebut. Setelah diusut, ternyata, anak itu adalah salah satu anggota geng motor yang telah melakukan tindak kejahatan. Anak itu kemudian dikeluarkan dari pondok pesantren tersebut.
Hal seperti ini sering kali terjadi pada sebagian orang tua yang membiarkan anaknya bebas bergaul bersama teman-temannya, tanpa pengawasan yang baik, tanpa edukasi yang baik. Akhirnya, banyak anak-anak yang justru tumbuh menjadi penjahat kelas berat, geng motor atau kelompok-kelompok lainnya.
Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah...
Akhir-akhir ini sering kali kita mendengar terjadi kejahatan dan tindakan-tindakan kezaliman yang sering kali dianggap sebagai sesuatu yang benar oleh sebagian orang. Oleh karena itu, kita juga perlu memperdalam ilmu agama dan banyak berdoa kepada Allah untuk dituntun pada kebenaran. Semoga Allah menjaga kita semua dan menjauhkan kita dari segala tindak kezaliman. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّهَا زَادُ المُتَّقِينَ وَعُدَّةُ الصَّالِحِينَ.
إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمٌؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Download PDFnya di https://bit.ly/KezalimanKegelapanDiHariKiamat





