Turunnya Ketenangan Saat dibacaakan Al-Qur'an

Ta'lim
Infokom WIM
23 Nov 2017
Turunnya Ketenangan Saat dibacaakan Al-Qur'an

Kitab Al-Lu’lu’ Wal Marjaan

Bab 36 Turunnya Assakiinah saat dibacaakan Al-Qur'an



Hadits 458.  Diriwayatkan dari Al-Bara bin Azib radiyallahu anhu : Ada Seseorang membaca Al Kahfi dan dirumah itu ada hewan maka (ketika orang itu baca surah Al-Kahfi) jadilah hewan itu bergerak kesana kemari lalu membacakan salam dan seketika ada dababa (kabut ) atau sahaba (awan) yang menaunginya. Kemudian ia menceritakan hal itu kepada nabi shallallahu alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda : bacalah terus wahai fulan karena itu adalah sakinah yang turun karena Al-Quran. (H.R Bukhari & Muslim)



Hadits 459. Diriwayatkan dari Usaid bin Hudhair , "Pada suatu malam ketika ia sedang membaca surat Al-Baqarah dan kudanya tertambat tidak jauh darinya. Tiba-tiba kuda itu bergerak gerak. Lalu ia diam maka diamlah kuda itu. Kemudian ia membaca lalu kudanya bergerak gerak. Lalu ia diam maka diamlah kudanya. Kemudian ia membaca lagi maka kudanya bergerak gerak lagi. Lalu ia bangun sebab putranya yang bernama Yahya tidur tidak jauh dari tempat itu. la khawatir kalau kuda itu akan menginjak putranya. Ketika menarik kudanya itu, ia melihat ke atas langit tapi ia tidak bisa melihat. Kemudian pagi harinya, ia langsung menceritakan peristiwa itu kepada Nabi maka beliau bersabda: 'Bacalah, wahai putra Hudhair. Bacalah, wahai putra Hudhairl'. Usaid bin Hudhair berkata, "Wahai Rasulullah, aku khawatir kuda itu menginjak Yahya yang tidak jauh dari situ. Maka ketika aku mengangkat kepala melihat ke langit, terlihat olehku sesuatu seperti payung yang di dalamnya ada seperti pelita. Maka aku keluar sehingga tidak dapat melihat langit." Nabi bersabda, "Itu adalah malaikat yang mendekati suaramu. Andai engkau membaca terus hingga pagi niscaya orang-orang akan dapat melihat itu dan tidak tertutup dari mereka." (H.R Bukhari & Muslim)

Sering kita mendengarkan hadist dari Abu Hurairah radiyallahu anhu, bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda : Tidaklah bekumpul suatu kaum dalam rumah Allah dari pada rumah-rumah Allah, mereka membaca A-Quran dan saling mempelajarinya diantara mereka kecuali turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka diliputi rahmat, malaikat menaungi mereka dan Allah menyebut nyebut kebaikan mereka di hadapan makhluk yang mulia disisi-Nya” (H.R Muslim)

Hadist ini (458), tidak menjelaskan siapa yang membaca tapi pendapat yang ada mengatakan  bahwa Usaid bin Hudhair (beliau pemuka kalangan anshar, masuk islam melalui duta pertama Rasululllah sallallahu alahi wa sallam yaitu Mushab bin Umair radiyallahu anhuma, dia juga merupakan hasil kader pertama Mushab bin Umair radiyallahu anhuma, salah seorang naqib diantara 12 naqib baiat aqabah beliau juga adalah seorang yang terhormat dan disegani, bahkan Abu Bakar pernah mengatakan tidaklah saya mengutamakan seseorang melebihi sahabat Usaid bin Hudair). Keutamaan yang lain adalah bacaan beliau yang sangat indah. Banyak sahabat yang memiliki bacaan yang indah tetapi yang paling menonjol adalah Usaid bin Hudhair.(hadist ini) tidak disebutkan apakah malam jumat atau malam lain. Adapun keutamaan nya jelas siapa yang membaca surah Al-Kahfi 10 ayat dari depan (sebagian ulama mangatakan dari belakang, yang shohih dari depan) itu akan mencegahnya dari fitnah dajjal .Ada khilaf diantara ulama tentang keshohihan merutinkan membaca Al Kahfi di hari jumat, namun insya Allah tidak sedikit ulama yang menshahihkannya atau minimal dari perkataan  Abu Said Al- Hudri radiyallahu Ta’ala anhu (bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.”) Dan secara umum kita membaca Al-Quran kapan saja dan tidak mengkhususkan kecuali ada dalil yang mengkhususkannya seperti bacaaan yang memilki dalil khusus dibaca setiap malam yaitu : surah As sajadah,  surah Al-Mulk, surah Az-Zumar, Al-Isra.Meskipun ada seperti itu yang baik dan yang sunnah, kita membaca dari pertama sampai terakhir dan kembali seperti itu (mengulangi).Fa sallama maknanya mengucapkan salam : salamun alaik atau assalamu alakaikum dan bisa juga bermakna menyerahkan urusannya kepada Allah. Ini beberapa makna fa sallama dana hadist ini (Hadist 458).

Sakinah dimaknai dengan ketenangan yang dirasakan oleh orang yang berada di majelis dan juga sebagian memaknai sesuatu yang berwujud yang dapat disaksikan yang mungkin Allah takdirkan untuk menyaksikannya. Sama seperti malaikat bisa disaksikan oleh orang yang ditakdirkan, dan ini adalah sesuatu yang gaib,Adapun hadist yang kedua surah Al-Baqarah, tidak ada kekhususan untuk dibaca namun keutamaannya membuat setan lari dari rumah kita.Waktu belaiu membaca Al Baqarah dan kudanya bergerak gerak dan terkesan gelisah, apakah ini tidak bertentangan dengan makna as sakinah, ulama kita menjelaskan bahwa ini menunjukkan adanya respon /adanya reaksi bahwa kuda atau hewanpun menikmatinya dan bukan bermakna gelisah dan akan lari, atau adanya makhluk lain yang datang yang mungkin disaksikan oleh hewan tersebut, karena Kadang hewan itu menyaksikan apa yang tidak saksikan contohnya keledai bersuara pada malam hari karena melihat syaitan, ayam berkokok karena melihat malaikat.Makna Al-masabih sebagian mengatakan awan berbentuk pelita dan sebagian mengatakan adanya cahaya pada naungan awan tersebut dan ini bukan sesuatu yang tidak mungkin karena malaikat tercipta dari cahaya.


Hikmah / Pelajaran yang dapat Diambil dari Peritiwa yang dicertakan dalam Hadist ini


  1. Bagaiamana menyikapi permasalahan yang belum diketahui

    Dari peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita ketika mengalami masalah seperti ini yaitu bertanyalah kepada ahlul dzikri jika engkau tidak mengetahui. 

    Bagaimana sikap Usaid bin Hudhair mengalami pertiwa ini? Ketika ia menceritakan kepada nabi maka nabi mengatakan teruskanlah bacaanmu, artinya karena tidak ada sesuatu yang menghalangi namun setelah diberikan pertimbangan bahwa khawatir anaknya akan terinjak oleh kuda, maka Rasulullah menerima pertimbangan tersebut

  2. Mengajarkan tentang Kaidah mendahulukan menolak keburukan daripada mengambil manfaat.

    Dari kejadian ini juga menunjukkan kaidah yang disebutkan ulama kita yaitu menolak mudharat didahulukan daripada mengambil manfaatnya (berhenti membaca Al-Quran karena khawatir anaknya (Yahya) akan terinjak).

  3. Kemampuan menyaksikan Malaikat oleh yang dikehendaki-Nya

    Malaikat dapat disaksikan oleh siapa saja yang Allah kehendaki, namun malaikat yang disaksikan bisa berwujud seperti manusia sebagaimana yang pernah dialami oleh Maryam ibunda Isa, dan juga Jibril pernah mendatangi Rasulullah pada saat berkumpul dengan sahabat dalam wujud manusia, dan juga turun membantu jihad fisabililah dalam wujud seperti manusia. Dapat juga berwujud naungan awan seperti dalam hadist ini yang disaksikan oleh orang yang membaca Al-Quran, bahkan nabi mengatakan seandainya Usaid bin hudair meneruskan bacaannya sampai pagi hari maka bukan dia saja yang dapat menyaksikannya tetapi orang-orang juga akan ikut menyaksikan awan tersebut.Apakah kita dapat menyaksikan wujud aslinya atau tidak, wallahu alam. Namun, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyaksikan malaikat Jibril dalam wujud aslinya bahwa malaikat itu memliki sayap dan jibril memilki 600 sayap.

Resume Ta'lim  Rutin Malam Jum'at di Masjid Darul Hikmah DPP Wahdah Islamiyah, Jl. Antang, Makassar