Bukan Muslimah Biasa

Muslimah
Abu Hasan
05 Dec 2019
Bukan Muslimah Biasa

Oleh : Andi Dahmayanti

Editor: Ustadz Muhammad Istiqamah, Lc.

Muslimah adalah sosok wanita yang senantiasa menjadi buah bibir di setiap zaman. Muslimah yang mengukir sejarah indah dalam peradaban sungguh menjadi inspirasi wanita sepanjang zaman. Muslimah yang memiliki cita – cita dan harapan yang tertanam dalam jiwanya, cita-cita mulia yang menjadi tatanan kokoh dalam menopang pembentukan kepribadian diri yang menghiasi keindahan akhlaknya, sosok kepribadian yang senantiasa terukir dalam sejarah kehidupan manusia sebagai sosok yang senantiasa merindu surga.

Tentu saja bukan Muslimah biasa, bukan muslimah yang hanya sekedar menjalani rutinitas tanpa cita-cita mulia tanpa mujahadah untuk memujudkan cita-cita tertinggi. Dan bukan muslimah yang hanya sekedar pencitraan tanpa pembuktian dalam aktivitasnya. Hanya muslimah luar biasa yang akan berusaha dengan segala potensi yang dimilikinya untuk memuliakan dirinya menjadi sebaik-baik perhiasan dunia.

Maka dari itu muslimah yang perlu memahami pentingnya menanamkan sosok kepribadian tersebut  karena sesungguhnya hanya wanita shalehah yang dapat masuk surga, sebagaimana desebutkan dalam QS. Al Ahzab:35,

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Dan hanya sosok muslimah sejati yang dapat memasuki pintu surga mana saja yang dikehendakinya, sebagaimana Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menuturkan dalam sabdanya :

“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”. (HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany).

Bahkan seorang muslimah yang berusaha menjadikan dirinya menjadi profil perindu surga benar-benar harus memperhatikan peringatan Rasulullah sallallahu’alaihi wa salam bahwa sebagian besar penghuni neraka adalah wanita, sebagaimana sabdanya :

“Dari Imran bin Husain radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاء

“Aku diperlihatkan di surga. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum fakir. Lalu aku diperlihatkan neraka. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhari, 3241 dan Muslim, 2737)

Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam keluar waktu Ied Adha atau Ied Fitri dan melewati para wanita dan bersabda: “Wahai para wanita, keluarkanlah shadaqah karena saya diperlihatkan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah dari kalangan kalian. Mereka berkata, ‘Kenapa wahai Rasulullah? Beliau bersabda: “Kalian sering mengumpat, dan mengingkari pasangan. Saya tidak melihat (orang) yang kurang akal dan agama dari kalangan anda semua dibandingkan seorang laki-laki yang cerdas.' Mereka bertanya, ‘Apa kekurangan agama dan akal kami wahai Rasulullah?'  Beliau menjawab, ‘Bukankah persaksian (syahadah) seorang wanita itu separuh dari persaksian orang laki-laki.' Mereka menjawab: ‘Ya.' Beliau melanjutkan: ‘Itu adalah kekurangan akalnya. Bukankah kalau wanita itu haid tidak shalat dan tidak berpuasa.' Mereka menjawab, ‘Ya.' Beliau mengatakan, ‘Itu adalah kekurangan agamanya.” (HR. Bukhari, no. 304)

Bagaimana menjadi pribadi muslimah yang ideal

Muslimah ideal adalah muslimah yang menyadari akan posisi dirinya sebagai Hamba Allah. Sebagai hamba Allah, muslimah sangat menyadari akan keberadaannya sebagai hamba Allah. Keyakinan dan kekuatan iman yang menggugah dirinya untuk senantiasa menumpukan harapan dan cita-citanya hanya untuk mengharapkan ridha Allah.

Keyakinannya menjadi sebuah kekuatan untuk menegakkan agama Allah. Keyakinan yang mampu menbangkitkan semangat untuk beribadah semata-mata hanya karena Allah terutama pada dirinya, sebagai mana perintah Allah dalam QS. Adz Dzariyat ayat 56 :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Muslimah yang mengenal dan mencintai Rabb-Nya

Adalah sosok muslimah yang senantiasa taat dan patuh dalam menjalankan perintah Allah dengan sepenuh hati, tanpa ada beban, dan merasa terpaksa, atau  dipaksa. Pun demikian dengan larangan-larangan Allah berusaha untuk ditinggalkannya dalam keadaan ramai ataupun sunyi, dalam keadaan bersendiri maupun bersama orang lain.

Perintah dan larangan Allah tersebut tentu tidak mudah direalisasikan kecuali dengan sebab manifestasi pengenalan seorang hamba kepada Rabb Nya. Istilah yang biasa kita dengarkan “ Tak kenal maka tak sayang”. Kita tidak akan mampu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah jika tidak ternama akan iman yang menumbuhkan kecintaan kepada Sang Khaliq. Demikian pula rasa cinta kita kepada Allah akan terpancar dengan amal-amal shalih yang kita kerjakan sebagai manifestasi bukti cinta kita kepada Allah Azza wa Jalla.

Diantara sebab yang mendatangkan kecintaan kepada Allah adalah mengenal Allah –subhanahu wa ta’ala- melalui nama-nama-Nya yang terindah dan sifat-sifat-Nya serta perbuatan-perbuatan-Nya.  Siapa yang mengenal Allah maka ia akan mencintai Allah, siapa yang mencintai Allah maka ia akan taat kepada-Nya, siapa yang taat kepada Allah maka Allah akan memuliakannya, dan siapa yang dimuliakan Allah maka Allah akan menempatkannya di sisiNya, dan siapa yang ditempatkan oleh Allah di sisi-Nya maka sungguh beruntunglah nasibnya.

Muslimah yang berusaha menjalankan syari’at-Nya secara sempurna adalah muslimah yang akan senantiasa menegakkan syari’at-syari’atNya mulai dari dirinya, keluarga hingga lingkungannya. Muslimah yang senantiasa menghiasi hari-harinya dengan amal-amal shalih yang semakin menambah catatan amal kebaikannya di sisi Allah Azza wa Jalla. Menambah perbekalan yang banyak akan kehidupan akhiratnya kelak.

Muslimah yang menjadikan ketulusan dan keilkhlasan dalam menjalankan syari’at-syari’atNya. Berusaha menjalankan syari’at dengan kesempurnaan iman sebagai fondasi dalam menjalankan ibadahnya sehari-hari. Bahkan menjadikan kecintaan sebagai kekuatan dalam rangka menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah. Muslimah yang senantiasa meneguhkan ibadah-ibadahnya sesuai perintah Allah dan Rasul-Nya yang tertuang dalam Al Qur’an dan Hadits-hadis Nabi shallalahu ‘alaihi wasallam.

Muslimah yang senantiasa menjadikan Al Qur’an sebagai teman setia demi menjalankan hari demi hari kehidupannya dalam merajut cita dan cinta, meraih kemuliaan tertinggi di hadapan Allah pemilik Arsy.

Wahai muslimah! Marilah menjadi muslimah sejati. Bukan sekedar menjadi muslimah biasa. Namun muslimah yang memiliki semangat, cita-cita dan asa yang begitu besar terpatri kuat dalam sanubarinya dalam merakit tujuan mulianya, merangkai kehidupan dalam titian menuju Surga-Nya. Mengukir indah sejarah hidupnya agar senantiasa tegak dalam menata hidup menjadi Muslimah sejati yang akan senantiasa merindu surga Allah.